Liputan Media » [ siklusberita ] Kementan Kini Kembangkan Dua Varietas Kedelai Unggulan di Sulut

kedelai

Manado – Devon 1 dan Detap 1 adalah dua varietas kedelai unggulan yang saat ini sedang dikembangkan di Desa Tontalete, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) dan PT DNM (Dwitunggal Nusa Mandiri) adalah penyedia bibit kedua varietas tersebut.

“Dengan adanya varietas unggul ini, ke depan tidak ada lagi petani rugi karena produktivitas rendah atau losses. Misalnya Detap 1 yang tahan terhadap pecah polong sehingga bisa mengamankan kehilangan hasil,” ujar Kepala Balitbangtan, Dr. Fadjry Djufry dalam keterangan resminya, Jumat (19/2/2021).

Fadjry menyebut, dua varietas yang ditanam di lahan seluas delapan hektare (Ha) tersebut memiliki produktivitas tinggi sehingga hasil pengembangannya nanti diharapkan mampu disebarluaskan ke petani dan masyarakat umum.

Devon 1 merupakan varietas unggul dengan potensi hasil hingga 3,09 ton/ha dan rata-rata hasil 2,75 ton/ha. Varietas yang dilepas pada tahun 2015 ini memiliki ukuran biji yang besar dengan bobot sebesar 14,3 gram/100 biji.

Keunggulan lain dari Devon 1 adalah tahan terhadap penyakit karat daun dan agak tahan hama pengisap polong. Selain itu, kedelai Devon 1 mengandung isoflavon yang lebih tinggi yaitu 2.200 µg/g. Senyawa isoflavon pada kedelai bermanfaat untuk mencegah kardiovaskular, osteoporosis, dan mencegah kanker.

Untuk varietas unggul Detap 1 memiliki rata-rata hasil sebesar 2,70 ton/ha. Varietas yang dilepas pada tahun 2017 ini memiliki keunggulan tahan pecah polong dengan rata-rata jumlah polong sebanyak 72 polong/tanaman.
Dalam keterangan yang sama, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, varietas unggul ini diharapkan dapat menggerakkan peningkatan produksi nasional.

“Benih yang dilepas oleh balai komoditas harus terus dikembangkan, disebarkan, dan dipergunakan di lahan petani,” ujar Syahrul.

Pengembangan varietas kedelai perlu dilakukan dan membutuhkan kolaborasi dengan stakeholder terkait. Direktur Bisnis Devopment PT DNM, Cecilia Wirawan mengaku puas dengan hasil dari varietas Devon 1 dan Detap 1.

“Pertumbuhannya bagus, ini berpeluang untuk dilakukan pengembangan yang lebih luas,” ungkap Cecilia Wirawan.

Pada pengembangan tahap awal PT. DNM, seluruh penanaman ditujukan untuk produksi benih. Sertifikasi benih juga akan dilakukan untuk kelas benih BP (Benih Pokok, SS). (Sdy/IJS)

 

Sumber