Liputan Media » [SINAR TANI] Vima, si Hijau Berumur Pendek

news_4_1494300183

Di antara komoditas lain, kacang hijau memang belum banyak dilirik sebagai salah satu usaha tani yang prioritas. Selama ini hanya petani-petani di Pulau Jawa yang banyak membudidayakan. Padahal kalau melihat pasarnya, pangan yang kerap dibuat bubur ini cukup menggiurkan.

Kepala Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balit KABI), Joko Susilo Utomo mengatakan, petani bisa mengusahakan kacang hijau untuk mengisi kekosongan masa tanam setelah padi. Apalagi kini pihaknya sudah melepas varietas kacang hijau berumur genjah yakni hanya 56 hari yang bernama Vima 1.

Dengan demikian, petani bisa memanfaatkan lahan selama setahun, padi-padi-kacang hijau-padi. Tanaman kacang hijau dapat ditanam di lahan sawah saat musim kemarau atau di lahan tegalan pada musim hujan.

“Karena umur tanaman pendek itu, petani bisa menanam setelah padi. Jadi kalau ingin mencapai IP (indeks pertanaman) padi 300 atau tiga

kali tanam, maka dengan menanam kacang hijau varietas Vina 1, bisa kekejar,” tuturnya.

Berbeda jika petani menanam jagung atau kedelai, maka untuk mengejar masa tanam padi berikutnya tidak akan mungkin. Jadi alternatif paling baik menurut Joko Susilo adalah menanam kacang hijau. Teknik budidaya kacang hijau pun tidak sulit. Bisa dengan sistem TOT (tanpa olah tanam).

“Jadi setelah panen padi, keringkan lahan tersebut, kemudian langsung tanam kacang hijau, sehingga petani bisa menghemat tenaga dan biaya,” katanya. Catatan Balit KABI, di tingkat petani rata-rata produktivitasnya baru mencapai 0,9 ton/ha. Tapi dengan teknik budidaya yang tepat hasilnya dapat mencapai 2 ton/ha. Untuk varietas Vina-1 produktivitasnya rata-rata mencapai 1,5 ton/ha.

Joko mengakui, sebenarnya varietas kacang hijau cukup beragam, baik yang berukuran bijinya besar atau kecil. Ada yang kulit bijinya hijau kusam atau mengkilat. Namun jika ingin berusaha tani kacang hijau, Joko mengingatkan, agar petani menyesuaikan dengan permintaan pasar.

Saat ini menurutnya, pasar yang cukup besar adalah varietas kacang hijau yang bijinya besar dan kusam. Varietas ini umumnya untuk b

ahan baku bakpia dan bubur, termasuk produk makanan bayi. Sedangkan varietas yang bijinya mengkilat dijadikan tauge. “Saat ini pasar kacang hijau biji kusam lebih besar dibandingkan biji mengkilat,” kata Joko Susilo.

Inilah Kelebihannya

Dibandingkan dengan varietas kacang hijau biji kusam lainnya, Joko mengakui, varietas Vima 1 mempunyai banyak keunggulan. Potensi hasilnya mencapai 1,76 ton/ha, rata-rata hasil 1,38 ton/ha, tahan penyakit embun tepung dan toleran lahan salin.

Vima 1 buahnya di atas sehingga memudahkan untuk panen. Kelebihan lainnya ketika buah bagian atas belum matang dan bagian bawah sudah

matang lebih dulu, petani bisa menunggu sampai buah bagian atas matang juga tanpa kuatir buah bagian bawah yang sudah masak akan pecah. Dengan demikian, petani bisa panen dalam waktu yang sama (serentak).

Berbeda dengan varietas lain, jika tingkat kematangan tidak sama, maka petani tidak bisa menunggu sampai semuanya matang. Pasalnya, buah yang matang akan pecah jika tidak langsung dipanen. Artinya, petani akan panen bertahap sesuai dengan kematangan buahnya. Yul

Sumber