Liputan Media » [TANITEKNO] Balitkabi Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Produksi Benih Kedelai di Konsel

wp-image-1457885155Dalam rangka mendukung program mandiri benih kedelai, BPTP Balitbangtan Sulawesi Tenggara kerjasama dengan Balai Penelitian tanaman kacang-kacangan dan umbi-umbian (Balitkabi) melaksanakan sosialisasi dan pelatihan perbenihan kedelai di Desa Belatu, Kabupaten Konawe. Tujuan pelatihan ini agar para petani calon penangkar memahami tata cara memproduksi benih kedelai. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 60 orang, terdiri dari 50 orang petani, 5 orang penyuluh dan 5 orang dari Pemda Kabupaten Konawe.
Dalam paparan Prof. Dr. Ir. Subandi, menyampaikan bahwa produktivitas kedelai sangat ditentukan oleh varietas dan kualitas benih yang digunakan (56%), air dan pupuk 19%, dan OPT 26%. Selanjutnya Prof. Subandi menyampaikan bahwa kebutuhan benih sebar pada tahun 2017 dalam rangka program peningkatan produksi kedelai sebesar 100.000 ton; pada tahun 2018 sebesar 105.000 ton dan pada tahun 2019 sebesar 105.000 ton.

Permasalahan dalam memproduksi benih pada tingkat petani dan kelompok tani di Sulawesi Tenggara adalah 1) ketersedian Benih Sumber Klas di Atasnya Sesuai  5 tepat (Varietas, Kualitas, Waktu, Lokasi, Harga), 2) Ketersediaan Lahan, 3) pada penangkaran benih kedelai pada tahun 2016, dari produksi calon benih yang periksa sebanyak 435,1 ton yang diperiksa, yang lulus hanya 253,1 atau hanya 54%.   Penyebab tidak lulusnya lapangan karena 1) adanya campuran varietas, 2) Pertumbuhan jelek, dan 3) serangan OPT terutama virus. Penyebak tidak lulus lapangan karena 1) kadar air, 2) campuran varietas, 3) butir hijau, 4) campuran benda lain, 5) serangan OPT, 6) Daya kecambah rendah kurang dari 80%.

Langkah/kegiatan yang harus dilakukan adalah 1) Kadar (Pengeringan, alat pengukur kadar air), 2) Kemurnian/CVL (benih sumber, lahan, pencabutan, isolasi, panen, wadah, alat prosesing), 3) Butir hijau (sulaman, cepat dipanen), 4) Kotoran/benda lain (cara panen, penjemuran, perontokan, pembersihaan/dihembus/ditampi, 5) Daya kecambah (Saat panen, penjemuran, kadar air, suhu ruang penyimpanan, kerusakan fisik benih), dan 6) Pengemasan.

Akhir paparan  Prof Subandi menyampaikan: JADILAH SEORANG PETANI SEJATI YANG BERIMAN, BERTAQWA, DAN BERSERAH DIRI  PADA  ALLAH TUHAN SEMESTA ALAM,

SEMOGA  MENJADI  PENGHUNI SURGA  SEBAGAI  BALASANNYA (Ik)