Profil » Kacang Tanah

Kacang tanah hasil tinggi, umur genjah merupakan dambaan petani selain sektor industri. Di Indonesia sebagian besar kacang tanah dibudidayakan di tanah Alfisol Alkalis yang kekurangan beberapa unsur hara ensensial terutama hara Fe dan S. Tahun 2004 Balitkabi telah melepas varuetas Bison, Domba dan Tuban yang toleran cendawan A.flavus, adaptif pada tanah Alfisol Alkalis dan tahan kahat Fe.

Kacang Tanah Toleran Kekeringan, tahan karat

Untuk daerah yang mempunyai agroekologi iklim kering tersedia varietas Hypoma-1 dan Hypoma-2 yang mempunyai potensi hasil 3.7 t/ha dan 3.5 t/ha toleran kekeringan dan karat daun. Varietas Takar-1 dan Takar-2 merupakan varietas yang tahan kutu kebul dan karat daun, potensi hasil masing-masing 4.25 t/ha dan 3.8 t/ha, umur panen cukup genjah antara 80-95 hari. Takar-1 berbiji besar (65.5 g/100 biji) sedangkan Takar-2 berbiji sedang (47.6 g/100 biji) keduanya mempunyai dua biji per polong.

Kacang Tanah Toleran Masam

Munculnya varietas Talam-1, Talam-2 dan Talam3 merupakan solusi bagi tanah yang mempunyai kandungan masam. Varietas Talam tersebut cukup toleran bila ditanam di lahan masam. Potensi hasil dari varietas Talam (1,2 dan 3) masing-masing sebesar 3.2 t/ha, 4.0 tha dan 3.7 t/ha. Hasil yang cukup tinggi mengingat kondisi tanam masam.