Profil » Ubi Jalar

Ubijalar salah satu komoditas yang mulai disukai konsumen. Perannya sebagai pangan fungsional (functional food) yang kaya akan antosianin dan beta karoten bena-benar memikat masyarakat yang paham akan arti kesehatan untuk memburu ubijalar. Balitkabi merupakan lembaga pemegang mandat penelitian umbi terus melakukan terobosan untuk merakit varietas ubijalar yang mempunyai kandangan betakaroten dan antosianin tinggi tenttu dibarengi dengan hasil yang tinggi.

Ubijalar dapat digunakan untuk konsumsi langsung maupun sebagai produk olahan. Sebagai bahan baku industri ubijalar dapat digunakan untuk industri makanan, pewarna, plastik dll. Beberapa varietas yang pernah berjaya antara lain sukuh, sari, dan papua solossa. Ketiga varietas tersebut mempunyai rasa manis, umur 3-6 bulan dan hasil 27-32 t/ha. Untuk daerah dataran tinggi varietas Pupua solossa paling sesuai, sebab pernah digunakan untuk mengatasi kerawanan pangan di Papua.

Ubijalar Kaya Beta Karoten

Beta-1

Dengan dicirikan daging berwarna kuning ubijalar Beta-1 dan Beta-2 kaya akan kandungan betakaroten yang baik untuk kesehatan mata. Hasil umbi yang cukup tinggi 35 t/ha, umur panen genjah 4-4,5 bulan dan kandungan betakaroten yang tinggi pula 7000-14000 ug/100 g atau hampir setara dengan kandungan betakaroten yang ada pada wortel cukup membuat Beta-1 dan Beta-2 sebagai primadona ubijalar.

Balitkabi dalam pengembangan dan kegiatan penelitian selain merakit varietas ubijalar yang mempunyai kandungan betakaroten tinggi juga merakit varietas ubijalar yang mempunyai kandungan antosianin tinggi. Antin-1, Antin-2 dan Antin-3 merupakan ubijalar yang mempunyai kandungan antosianin tinggi. Antosinin dapat berfungsi sebagai penangkal radikal bebas yang ada di tubuh manusia. Jika digunakan sebagai produk olahan ubijalar ungu ini sesuai untuk keripik, dapat juga digunakan sebagai bahan membuat aneka kue dan es krim. Tidak kurang dari …. jenis varietas ubijalar yang sudah dilepas Balitkabi.