Prosiding » Prosiding Lokakarya Pengembangan Kedelai di Lahan Sub Optimal

Komoditas kacang-kacangan dan umbi-umbian berperan cukup penting baik sebagai sumber nutrisi, serta perannya dalam perekonomian rumah tangga maupun nasional, walaupun disebut sebagai “tanaman ke dua” namun kontribusinya bagi ekonomi rumah tangga seringkali tidak kecil.

Dalam beberapa tahun terakhir, produksi dan luas panen tanaman kacang-kacangan khususnya kedelai mengalami penurunan yang cukup signifikan – sementara kebutuhan akan kedelai terus meningkat. Salah satu pemicu turunnya luas panen adalah berkurangnya gairah petani untuk menanam kedelai karena insentif usahatani melemah sebagai akibat rendahnya harga jual. Masuknya kedelai impor dalam jumlah yang cukup besar dengan harga dan kualitas yang lebih kompetitif secara langsung menekan harga kedelai dalam negeri. Sebagai tanaman kedua, luas tanam kedelai memang rentan tergeser oleh komoditas lain yang lebih menguntungkan.

Isi

  • Pengembangan Kedelai dan Kebijakan Penelitian di Indonesia (Marwoto, P. Simatupang, Dewa K.S. Swastika) [pdf | (260 KB)]
  • Model Simulasi Peningkatan Produksi Kedelai di Lahan Sub-optimal (A.K. Makarim, D.M. Arsyad, A. Ghozi) [pdf | (612 KB)]
  • Strategi Pengembangan Kedelai di Lahan Masam (Sumarno) [pdf | (140 KB)]
  • Prospek Pengembangan Kedelai di Lahan Kering Masam ( Zulkifli Zaini) [pdf | (125 KB)]
  • Perwilayahan dan Pengembangan Kedelai di Lahan Sub-optimal (Gatot Irianto, P. Rejekiningrum, E. Surmaini, W. Estiningtyas) [pdf | (600 KB)]
  • Program Bangkit Kedelai di Lahan Sub-optimal (Muhlizar Murkan) [pdf | (88 KB)]
  • Teknologi Produksi Kedelai di Lahan Kering Masam (Yusdar Hilman) [pdf | (148 KB)]
  • Dapatkah Pengembangan Budidaya Tanaman Pangan pada Tanah Masam Selaras dengan Konsep Pertanian Sehat? (Kurniatun Hairiah, Widianto, Didik Suprayogo) [pdf | (761 KB)]

Lampiran