SDM Profesional » Dr. Heru Kuswantoro, S.P. M.P.

NIP

196903231999031001

Pendidikan

S3

Jabatan

Peneliti Madya

Kelompok Peneliti

Pemuliaan

Komoditas

Kedelai

Email

heruDr. Heru Kuswantoro, S.P., M.P. mendapatkan gelar sarjana pertanian (jurusan Budi Daya Pertanian) pada tahun 1993 dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta. Pendidikan S2 (program studi Ilmu Tanaman dengan kekhususan Pemuliaan Tanaman) ditempuh di Universitas Brawijaya Malang dan selesai pada tahun 1998 dengan gelar Magister Pertanian (M.P.). Sedangkan pendidikan doktoral (Dr.) jurusan Ilmu-ilmu Pertanian ditempuh di Universitas yang sama, dan diselesaikan pada tahun 2004. Sejumlah pelatihan mengenai pengelolaan plasma nutfah dan database plasma nutfah telah diikuti sejak tahun 2002 sampai 2004. Yang bersangkutan juga turut serta dalam pelatihan tentang marka SSR dan sequencing di Cornell University, USA (2005), Intellectual Property Rights In-Indonesia Training (2007) di Malang, Apresiasi dan Pelatihan Sistem Mutu Laboratorium-ISO/IEC-17025-2005 (2008) di Malang, Technical Aspect of Internal Audit and Management Reviews for Laboratories Based on ISO/IEC 17025 (2005 dan 2009) di Malang, Training on “DUS Testing for Plant Variety Protection” (2009) di Malang. Pada tahun 2017 yang bersangkutan juga mengikuti pelatihan postdoctoral di bidang bioinformatika, physiology, dan biologi molekuler (termasuk Agrobacterium-mediated hairy root transformation for over-expression, CLE-peptide gene expression in common bean grown in low pH condition, and the principles of CRIPSR-Cas9) pada University of Queensland.

Sejak Mei 2003 sampai Desember 2006, yang bersangkutan menjabat sebagai Koordinator Plasma Nutfah. Sebelum jabatan tersebut, sejumlah tugas penelitian mengenai komoditas kedelai di tanah masam telah diembannya. Peran sebagai pemulia kedelai untuk toleransi terhadap tanah masam dilakukan dengan keikutsertaannya sebagai salah seorang anggota peneliti dalam pembentukan lima varietas unggul kedelai toleran terhadap tanah masam yaitu varietas Tanggamus, Sibayak, dan Nanti yang dilepas pada tahun 2002, serta varietas Ratai dan Seulawah yang dilepas tahun 2004. Pada tahun 2014 yang bersangkutan dan tim juga melepas varietas kedelai adaptif lahan kering masam Demas 1.

Di samping melakukan penelitian reguler, yang bersangkutan juga melakukan penelitian kerjasama dengan mitra nasional maupun internasional. Pada tahun 2007-2009 kerjasama penelitian dilakukan dengan Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Insentif Riset Terapan dan pada tahun 2017-2018 melalui Program Insinas Riset Pratama Individu. Penelitian dengan mitra internasional dilakukan dalam Program AFACI (Asian Food and Agriculture Cooperation Initiative) dengan Rural Development Agency Korea Selatan pada tahun 2010-2013. Kerjasama penelitian dan pengembangan kedelai juga dilakukan dengan di Madagaskar pada tahun 2014-2015 melalui program dari Pusat Kerjasama Luar Negeri Kementerian Pertanian. Pada tahun 2018 melakukan penelitian kerjasama dengan Universitas Negeri Malang melalui Penelitian Dasar Unggulan Perguruan Tinggi.