SDM Profesional » IR. Joko Purnomo, MS

NIP

195602041983031001

Pendidikan

S2

Jabatan

Peneliti Utama

Kelompok Peneliti

Pemuliaan

Komoditas

Kacang Tanah

Email

jokopIr. Joko Purnomo, M.S. mendapatkan gelar Sarjana Pertanian (jurusan agronomi) pada tahun 1982 dari Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret di Surakarta. Pendidikan S2 (jurusan Ilmu Tanaman) ditempuh dan diselesaikan di Universitas Brawijaya Malang pada tahun 1995 dengan gelar magister Sains (M.S.).

Joko sekarang ini menjabat sebagai peneliti bidang pemuliaan tanaman kacang tanah di Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) di Malang (sejak tahun 2003). Sebelum jabatan yang sekarang, yang bersangkutan pernah menjadi staf peneliti kelompok usahatani, pernah menjabat sebagai pemimpin bagian proyek penelitian tanaman kacang-kacang dan umbi-umbian selama dua tahun.

Beberapa kegiatan yang pernah diikuti adalah training pola usahatani di IRRI, Philippines, training crops improvement tanaman jagung di Yugoslavia, kunjungan ke universitas Queensland Australia, dan terakhir mengikuti training Crops improvement and resources managemen di ICRISAT India.

Jenjang fungsional terakhir Peneliti Utama bidang pemuliaan tanaman kacang tanah diperoleh pada tahun 2016. Karena ketertarikannya pada bidang pemuliaan tanaman, maka sejak tahun 1996 Joko beralih menjadi staf peneliti pemuliaan tanaman kacang tanah.

Joko aktif mempublikasikan karya ilmiah dan hasil penelitiannya dalam beberapa jurnal penelitian di Balitkabi atau di kelompok perhimpunan profesi (PERIPI) baik sebagai penulis tunggal atau Co-autors yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah, majalah semi ilmiah prosiding pada Lembaga/Instansi di dalam maupun di luar negeri. Di samping itu, menjadi penyunting laporan tahunan Balai, prosiding seminar, dan karya ilmiah lainnya, sebagai anggota atau ketua.

Selama bekerja di kelompok peneliti (Kelti) pemuliaan tanaman Joko telah berhasil melepas sejumlah varietas unggul baru kacang tanah seperti varietas Panter (1998), varietas Singa (1998), varietas Jerapah (1998), Varietas Sima (2001), Varietas Turangga (2001), varietas Kancil (2001), varietas Bima (2001), varietas Tuban (2003), varietas Bison (2004), varietas Domba (2004), varietas Talam1 (2010), varietas Hypoma 1 (2012), varietas Hypoma 2 (2012), varietas Takar 1( 2012), varietas Takar 2( 2012), varietas Litbang Garuda 5 (2013), varietas Talam 2 (2014), varietas Talam 3 (2014), varietas Hypoma 3 (2015). varietas Tala 1 (2015), varietas Tala 2 (2015), varietas Katana 1 dan varietas Katana 2 (2016) .