SDM Profesional » Prof. (R) Dr. Ir. Didik Harnowo, M.S.

NIP

195812211985031002

Pendidikan

S3

Jabatan

Profesor Riset

Kelompok Peneliti

Ekofisiologi

Komoditas

Kedelai, Kacang Tanah, Kacang Hijau, Ubi Kayu, Ubi Jalar

Email

didikDidik Harnowo lahir di desa Karangan, Kec. Karangan, Kab. Trenggalek, Jawa Timur pada tanggal 21 Desember 1958. Tamat Sekolah Dasar pada tahun 1971, dilanjutkan ke tingkat Sekolah Menengah Pertama dan lulus pada tahun 1974. Tiga tahun kemudian yaitu pada tahun 1977 berhasil menyelesaikan pendidikan tingkat Sekolah Menengah Atas. Pendidikan S1 jurusan Budidaya Tanaman ditempuh di Institut Pertanian Bogor, dan berhasil diselesaikan pada tahun 1982. Pendidikan S2 ditempuh di tempat yang sama dengan jurusan Ekofisiologi Tanaman, lulus tahun 1992. Dua belas tahun kemudian yaitu tahun 2004 Didik berhasil menyelesaikan pendidikan S3 di Universiti Putra Malaysia dengan Disertasi berjudul “Effect of Time of Harvest and Seed Size on Seed Quality of Soybean”.
Bidang kepakaran Didik adalah teknologi benih. Jenjang fungsional peneliti dimulai pada tahun 1993 yaitu Ajun Peneliti Madya Gol. III/c. Jenjang Ahli Peneliti Madya diperoleh pada tahun 2005. Peneliti Utama Gol. IV/c diraih pada tahun 2012 dan pada tahun 2016 berhasil meraih jenjang Peneliti Utama Gol. IV/e. Tanggal 14 Agustus 2017 Didik berhasil meraih gelar Profesor Riset.
Tahun 2007 – 2008, Didik diberi kepercayaan mengemban tugas sebagai Kepala BPTP Sulawesi Tenggara. Tahun 2009 – 2011 sebagai Kepala BPTP Sumatera Utara, dilanjutkan sebagai Kepala BPTP Jawa Timur pada tahun 2012-2013. Jabatan stuktural terakhir adalah sebagai Kepala Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi periode 2014-2016.
Selama berkarier sebagai peneliti, Didik telah menghasilkan sekitar 90 karya tulis ilmiah aspek budidaya dan teknologi benih, 15 diantaranya merupakan karya tulis berbahasa Inggris.
Didik menikah dengan Koesniah, SPd., dikaruniai dua putra (Irfan Hartanto, SST dan Drh. Yusuf Adi Nugroho), serta 2 orang cucu laki-laki (Zakaria Abrar Rasyid dan Khan Ahtar Kamandaka).