Uncategorized » Balitkabi sebagai PUI mengikuti Kegiatan Supervisi di Kemenristekdikti

Sebanyak 25 lembaga Pusat Unggulan Iptek (PUI) dari seluruh Indonesia diundang untuk menghadiri acara supervisi di Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Kegiatan supervisi dilakukan selama dua hari yaitu tanggal 19 di Gedung Kemenristekdikti dan tanggal 20 Juli 2016 di Gedung BPPT. Kegiatan supervisi diisi dengan beberapa agenda diantaranya: (1) Sosialisasi kegiatan monitoring dan evaluasi tahun 2016, (2) Penandatanganan MoU realisasi anggaran PUI 2016, (3) Presentasi capaian kinerja semester pertama, (4) Pembahasan permasalahan yang dihadapi setiap PUI serta rencana tindak lanjut penyelesaian masalah tersebut. Tim evaluator terdiri dari para pakar yang telah diseleksi oleh Kemenristekdikti. Capaian kinerja dan permasalahan yang dihadapi Balitkabi disampaikan oleh Sutrisno, S.P. Tim evaluator yang dipilih untuk mengevaluasi kinerja Balitkabi terdiri dari Dr. Made Jana Mejaya, Prof. Dr. Suyamto dari Kementerian Pertanian, dan Prof. Dr. Sudrajat dari Universitas Padjajaran.

Sutrisno, S.P. menyampaikan hasil kinerja yang telah dicapai Balitkabi selama semester pertama tahun 2016. Hasil kinerja yang dicapai meliputi keikutsertaan peneliti dalam even internasional seperti seminar internasional yang dilaksanakan di dalam maupun luar negeri (China dan Indonesia), menjadi penyelenggara pertemuan peneliti tingkat internasional diantaranya CIP dan ACIAR, tingkat capaian publikasi nasional dan internasional (5 dan 10 jurnal), hubungan kerja sama riset tingkat nasional dan internasional, dan kerja sama nonriset yang terdiri dari pelatihan teknologi budidaya aneka kacang dan umbi hingga pascapanen dengan peserta dari tingkat pelajar/mahasiswa, instansi pemerintah, kelompok tani, pengusaha kecil, menengah, dan besar, serta instansi dari luar negeri. Dari semua target capaian yang harus dipenuhi hampir semuanya telah terpenuhi.

Dalam sesi pembahasan permasalahan yang dihadapi pada semester pertama tahun 2016, tim evaluator menyampaikan beberapa saran yang perlu diperbaiki diantaranya publikasi tingkat internasional sebaiknya memiliki variasi penerbitan yang beragam atau penerbitannya menyebar ke banyak negara. Publikasi nasional maupun internasional sebaiknya merata dilakukan oleh semua peneliti. Peneliti senior sebaiknya memberikan bimbingan penulisan secara intensif agar peneliti junior termotivasi dan mampu berpartisipasi dalam meningkatkan kinerja lembaga PUI. Alokasi anggaran dari PUI sebaiknya dimanfaatkan untuk kegiatan riset yang kurang mendapat prioritas dari pemerintah tetapi memiliki nilai saintifik yang tinggi dan benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Beberapa bidang riset yang perlu mendapat perhatian diantaranya pengembangan komoditas aneka kacang dan umbi potensial.

Sutrisno