Berita » 10 Butir Arahan Kepala Balitkabi pada Upacara Terakhir 2012

Peningkatan pelayanan harus diutamakan, karena Balitkabi mengemban amanat penting tidak hanya menghasilkan inovasi, namun yang kini perlu lebih diutamakan adalah penguatan diseminasi agar inovasi segera sampai di lahan petani dan selanjutnya mampu memacu peningkatan produktivitas secara nyata. Oleh karena itu seluruh profesor, peneliti, Ketua Program, Pejabat Eselon 4, dan semua staf dan karyawan Balitkabi harus paham akan tugas dan kewajiban secara proporsional kemudian melaksanakan secara sungguh-sungguh. Demikian arahan Dr Muchlish Adie, Kepala Balitkabi, saat memberi amanat pada upacara Apel Kesadaran KORPRI terakhir tahun 2012, di halaman Balitkabi, Senin (17/12). Upacara diikuti segenap karyawan Balitkabi, KP Kendalpayak dan KP Jembegede berjalan khitmat.


Menurut Pak Muchlish, selama tahun 2012 ini, Balitkabi telah meraih capaian baik, bahkan lebih dari yang ditargetkan. Untuk itu, “Penghargaan dan terima kasih atas dedikasi karyawan-karyawati Balitkabi. Saya merasakan capaian itu jauh di atas yang ditargetkan”, tutur Ka Balai.

Kepada mereka yang mengemban tugas lebih berat seperti Pejabat Eselon Empat, PPK, Ketua Program, diminta lebih memahami aturan, lalu mengaplikasikannya sehingga kita tidak tersesat saat melangkah di tahun–tahun yang akan datang. Bahkan “ Jangan sampai tidak tahu. Setiap tarikan nafas di Balai harus diketahui Tim Program. Bukan hanya Ketua Programnya saja”, tegas Pak Muchlish.

Agar daya dorong Balitkabi lebih kuat dan nyata dalam pembangunan pertanian, diminta kepada seluruh peneliti di Balitkabi untuk memahami konsep lit-kaji-bang-rap-pro-mas (penelitian – pengkajian – pengembangan – penerapan – promosi – dan kehumasan). Peneliti diminta mengambil poisisi dan peran lebih nyata dalam konsep tersebut. Karena tidak akan ada artinya mengadakan penelitian jika hasilnya tidak diterapkan, oleh karena itu hasil penelitian harus didiseminasikan dengan kuat, dipromosikan agar dapat diterapkan secara cepat oleh petani. “Mari kita perpendek dan percepat jarak adopsi antara penghasil dan pengguna teknologi’, tandas Kepala Balitkabi.


Sebelumnya Pak Muchlish mengajak seluruh karyawan untuk selalu bersyukur bahwa kita masih dikaruniai kesehatan dan kemampuan untuk mengabdi dan menjalankan tugas sebagai Aparat Sipil Negara (ASN) hingga hari ini. Menurut beliau, tahun 2013 tantangannya akan lebih berat, oleh karena itu seluruh karyawan diminta lebih mengokohkan niat agar mampu untuk mengemban tugas hingga purna tugas nanti. “Mari kita niatkan bekerja keras, tulus, dan ikhlas, hingga akhir pengabdian kita”, ajaknya.

Berikut disampaikan 10 arahan Kepala Balitkabi pada Upacara terakhir tahun 2012.

  1. Penghargaan dan terima kasih atas dedikasi karyawan-karyawati Balitkabi, bahkan saya merasakan jauh di atas yang ditargetkan.
  2. Muara reformasi birokrasi adalah pelayanan. Fokuskan dan tingkatkan pelayanan internal dan ke petani serta pengguna lainnya.
  3. Perkuat diseminasi; tidak ada artinya kita menghasilkan teknologi, tetapi tidak pernah sampai ke pengguna. Mari kita perpendek dan percepat jarak adopsi antara penghasil dan pengguna teknologi.
  4. Tantangan 2013 semakin berat dan beragam, Mari kita niatkan bekerja keras, tulus dan ikhlas.
  5. Jajaran eselon empat, ketua program, dan PPK untuk memahami aturan dan aplikasikan sehingga kita tidak tersesat saat melangkah di tahun–tahun yang akan datang.
  6. Seluruh peneliti memahami kembali Lit-kaji-bang-rap-pro-mas, pahami posisi masing-masing.
  7. Dana yang diserahkan pemerintah muaranya untuk kesejahteraan. Pengalaman melaksanakan belanja modal 2012 betul-betul jadikan pijakan pengalaman untuk tahun 2013.
  8. Tim program harus memahami segala aspek perencanaan dan pelaksanaan kegiatan yang ada di Balai. Jangan sampai tidak tahu. Setiap tarikan nafas di Balai Tim Program harus tahu.
  9. Pada Rakor tiga, bahwa jabatan pangkat, pendidikan berkorelasi positif dengan tanggungjawab. Mohon dihayati.
  10. Pejabat eselon empat, PPK, Ketua Program betul–betul mengikuti dan memahami gerak langkah balai, sehingga jika ada penggantian pimpinan balai semoga berjalan baik, tidak stagnan, tidak terjadi turbulensi.
AW