Berita » ACIAR-Balitkabi-BPTP Aceh Tumbuhkan Semangat Wanita Tani Aceh Mengolah Pangan Aneka Kacang dan Umbi

aciar

Peserta Pelatihan di Bubon, Kabupaten Aceh Barat.

Proyek ACIAR dengan judul:“Improving Soil and Water Management and Crop Productivity of Dryland Agriculture Systems of Aceh and NSW” (SMCN-2012-103) yang dimotori oleh Dr. Malem K. McLeod dari NSW Department of Primary Industries, Australia bekerjasama dengan BPTP Aceh dinilai berhasil memberdayakan wanita tani dalam memanfaatkan pekarangan untuk memperbaiki konsumsi gizi keluarga sekaligus menambah penghasilan. Untuk melengkapi kegiatan tersebut, dipandang perlu menambah ketrampilan wanita tani dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi beragam produk pangan.

Balitkabi yang telah pernah berkolaborasi dengan kegiatan ACIAR pada tahun 2012 di Banda Aceh dan tahun 2014 di Papua dan Papua Barat dipercaya untuk melaksanakan pelatihan tersebut dengan prioritas pada komoditas aneka umbi dan kedelai yang banyak tersedia bahan bakunya di wilayah Aceh. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 19 hingga 23 Maret 2019 di tiga lokasi, yakni Bubon (Kabupaten Aceh Barat), Kuta Baru (Kabupaten Aceh Besar) dan Jeumpa (Kabupaten Bireuen) bekerjasama dengan BPTP Aceh dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di masing-masing lokasi. Total peserta sekitar 90 orang yang terdiri atas pengurus dan anggota kelompok wanita tani (KWT) dan PPL dari BPP.

Dr. A.A. Rahmianna mewakili ACIAR Project dan Balitkabi mengharapkan produk lokal aneka umbi yang selama ini hanya direbus atau digoreng dapat diolah menjadi beragam produk yang menarik sehingga dapat dijadikan usaha untuk menambah penghasilan. “Kegiatan ini juga akan kami laporkan kepada ACIAR selaku penyandang dana kegiatan ini sehingga ibu-ibu diharapkan berpartisipasi aktif dan benar-benar memanfaatkan kesempatan ini untuk menimba ilmu” ujar Rahmianna.

Pelatihan membuat Cassava blanca dari ubikayu

Pelatihan membuat Cassava blanca dari ubikayu

Kegiatan diawali dengan presentasi varietas unggul aneka kacang dan umbi serta pengolahannya menjadi beragam produk olahan, baik dari bahan segar maupun tepung dan pati yang disampaikan oleh Ir. Erliana Ginting MSc. Sementara praktek pembuatan cassava blanca, brownies, martabak manis, onde-onde, stik dan es krim dari ubi jalar serta mie kimpul/mbote didemonstrasikan oleh Rahmi Yulifianti, S.TP. dan Lina Kusumawati, S.Si. Untuk produk kedelai, dipraktikkan pembuatan susu kedelai dan nugget tahu. Selain itu, disajikan beragam display produk berbahan baku tepung ubikayu antara lain bola-bola cassava dan stik serta lidah kucing, sweet potato chocochip, sweet potato stick, dan selai dari tepung dan pasta ubijalar. Demikian pula kue kering dari pati garut (semprit dan kastengel) dan tepung ganyong (canana coffee) serta DC cress atau pangsit kering dari pasta kimpul. Kepada peserta juga dibagikan buku resep produk olahan aneka kacang dan umbi serta kuesioner untuk evaluasi respon dari peserta.

Peserta pelatihan di Kuta Besar, Kabupaten Aceh Besar

Peserta pelatihan di Kuta Besar, Kabupaten Aceh Besar

Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan karena sebagian besar belum pernah mendapatkan pelatihan seperti ini. Respon mereka sangat bagus baik terhadap materi yang dipresentasikan maupun produk yang dipraktikkan dengan antusias mereka bertanya dan aktif dalam kegiatan praktik. Salah satu kelompok di Aceh Barat juga pernah menang lomba tingkat kabupaten untuk produk olahan berbahan baku garut. Oleh karena itu mereka sangat senang mendapatkan informasi mengenai beragam produk dari umbi potensial lainnya, seperti talas, kimpul dan gembili. Bahan baku ubi jalar putih, kuning maupun ungu juga mudah diperoleh karena Kecamatan Saree, Kabupaten Aceh Besar merupakan sentra produksi ubi jalar. Sejauh ini produknya masih terbatas pada keripik dan carang mas, sehingga terbuka peluang untuk diversifikasi produk. Diharapkan kelompok wanita tani di Propinsi Aceh siap dan semangat membangun sistem pertanian yang tangguh dan menguntungkan.

  • image
  • image

EG/AAR