Berita » AGRISOY, Siap Diproduksi untuk Mendukung Pengembangan Kedelai

Balitbangtan Kementerian Pertanian telah menyediakan pupuk hayati rhizobium dengan nama “Agrisoy” yang merupakan hasil temuan Balitkabi untuk mendukung peningkatan produksi kedelai. Pada tahap penelitian pupuk tersebut bernama “Iletrisoy”, kini dilisensi oleh PT Agro Inovasi Mandiri (AIM) Bogor, dan namanya dirubah menjadi “Agrisoy”.

Pupuk Agrisoy sangat cocok untuk pengembangan kedelai di lahan masam dan non masam. Hasil uji lapang pada tanah masam di Lampung, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Banten, serta di tanah non masam di Jawa Timur sejak dari 2011−2014 di bawah koordinasi Komite Inovasi Nasional (KIN), menunjukkan bahwa AGRISOY efektif mampu memacu pembentukan bintil akar, meningkatkan produktivitas kedelai hingga mencapai hasil >2,0 t/ha, dan menghemat penggunaan pupuk urea >75%.

Terkait dengan pengembangan pupuk hayati, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, pada tanggal 18 Februari 2016 melakukan rapat koordinasi pengembangan pupuk hayati yang dihadiri oleh para Inventor diantaranya Prof. Dr. Arief Harsono mewakili inventor Agrisoy dari Balitkabi, Prof. Dr. Ika Djadnika inventor Glyocompos dari Balithi, Dr. Etty Pratiwi inventor Agrimeth dari Balittanah, Dra. Harmastini inventor Biovam dari LIPI, dan Professor Dr. Dwi Andeas Santosa inventor Probio dari IPB, Prof. Dr. Djoko Said Damarjati dari PT AIM, Prof. Dr. Suyamto dari BPTP Jawa Timur, dan peneliti dari BPTP Kalimantan Barat, BPTP Aceh, Balittanah, Balithi, dan Puslitbangtan.

23-2-16

Rapat dipimpin oleh Ir. I Putu Wardana, M.Sc. Acara Rakor diantaranya membahas kesiapan produksi pupuk hayati yang telah dilisensi (Generasi I) dan program penelitian pupuk hayati Generasi II. Pada kesempatan tersebut, untuk memenuhi kebutuhan pasar dan mendukung swasembada padi, jagung, kedelai dan bawang merah, PT AIM menyampaikan kesiapannya untuk memproduksi pupuk hayati Agrisoy untuk kedelai, Agimeth untuk padi, dan Glyocompost untuk bawang merah.

AH