Berita » Produsen Kedelai Edamame Mitra Tani Jember Konsultasi ke Balitkabi

mitra

Balitkabi sebagai sumber ilmu dan teknologi kedelai sudah relatif memasyarakat, baik untuk individu maupun lembaga pemerintah dan swasta yang berkait dengan kedelai. Demikian juga dengan perusahaan penghasil kedelai edamame, Mitra Tani. Jum’at, 16 Januari 2015 Balitkabi kedatangan tamu dari Mitra Tani Jember yang berjumlah lima orang yaitu Bapak Guntaryo sebagai Direktur Mitra Tani, Bapak Edi, Bapak Wahyu, Bapak Suroso serta Ibu Novi. Kedatangan mereka bertujuan untuk mendapatkan solusi dari problem yang sedang dihadapi Mitra Tani. Kedatangan mereka disambut oleh Plh. Kepala Balitkabi Dr. Yusmani Prayogo.

Pada tahun 2010–2011 produksi kedelai Edamame mengalami puncak tertinggi, di mana kedelai yang ditanam merupakan hasil kontribusi antara Dr. Muchlish Adie (Pemulia kedelai Balitkabi) dengan PT Mitra Tani, produktivitasnya mencapai 12 t/ha, hal itu dipaparkan oleh Direktur Mitra Tani. Akan tetapi, mulai tahun 2012 hingga 2014 produktivitas mulai menurun. Beberapa kendala yang menyebabkan penurunan produktivitas tersebut antara lain: polong hampa, bercak Pseudomonas, populasi kutu kebul yang tinggi serta adanya serangan jamur Colletotricum. Beberapa solusi untuk memecahkan permasalahan tersebut disampaikan oleh beberapa peneliti yang ikut dalam pertemuan tersebut di antaranya Prof. Arief Harsono yang menyarankan untuk melihat kembali pH tanah dan kandungan rhizobium yang ada pada pertanaman. Dr. Suharsono, Ir. Sri Wahyuni Indiati, MS, Dr. Yusmani dan Ir. Mudji Rahayu, MS menyarankan berbagai solusi dalam pengendalian hama dan penyakit yang ada di antaranya menggunakan pestisida nabati mimba. Dr. Gatut Wahyu A dan Dr. Rudi Iswanto menyarankan dari segi pemuliaan untuk memasukkan gen-gen ketahanan terhadap hama atau penyakit baik secara konvensional maupun genetik.

Saran-saran yang diajukan oleh para peneliti Balitkabi didokumentasikan sebagai pertimbangan dalam memecahkan problem yang dihadapi. Sebagai penutup Plh. Ka Balai memberikan publikasi yang dimiliki Balitkabi sebagai bekal mereka.

Mita/KN