Berita » Akselerasi Kunci Adopsi Inovasi Balitbangtan Secara Masif

whatsapp-image-2019-04-04-at-12-46-54-1

Kepala Balitbangtan, Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si di sela-sela Rapat Kerja Terpadu Empat Puslitbang Komoditas Pertanian di Malang, pada hari kedua raker tanggal 4 April 2019 menyempatkan berkunjung dan memberikan arahan kepada seluruh ASN Balitkabi. Kunjungan ini merupakan kali pertama Dr. Fadjry ke Balitkabi setelah diangkat menjadi Kepala Balitbangtan pada 4 Februari 2019 lalu. Kunjungan dimulai dengan mengunjungi laboratorium Sentral Balitbangtan di Balitkabi, kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi UPBS Balitkabi.

whatsapp-image-2019-04-04-at-12-46-52
Di Laboratorium Sentral Balitkabi, Dr. Fadjry berpesan bahwa fasilitas laboratorium harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Hal tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas penelitian kita. Penelitian yang semakin berkualitas pasti akan menghasilkan inovasi yang handal.

whatsapp-image-2019-04-04-at-12-46-46
Pada kunjungannya di UPBS, Dr. Fadjry berdiskusi dengan wakil manajer UPBS terkait target UPBS pada tahun 2019, kapasitas ruang simpan benih, suhu dan kelembapan ruang simpan, varietas kedelai unggul Dena dan Dering beserta produktivitasnya. Ir. Trustinah selaku wakil manajer UPBS menjelaskan bahwa kapasitas ruang penyimpanan benih di UPBS untuk komoditas kedelai, kacang tanah, dan kacang hijau adalah 20 ton dengan suhu penyimpanan 11ºC‒20ºC dengan RH 40%‒60%. Untuk target benih UPBS aneka kacang di Balitkabi pada tahun ini, ditargetkan 100 ton benih. Varietas kedelai Dena 1 dan Dena 2 merupakan varietas yang memiliki karakter khusus toleran naungan hingga 50% dengan rata-rata hasil 1,7 t/ha dan 1,3 t/ha. Sedangkan varietas kedelai Dering 1 memiliki karakter khusus toleran kekeringan namun juga dapat beradaptasi dengan baik di lahan sawah. Rata-rata hasil biji Dering 1 mencapai 2,0 t/ha.
Setelah mengunjungi UPBS, Dr. Fadjry berkenan memberikan arahan kepada karyawan dan karyawati Balitkabi di Aula Balitkabi. Dalam arahannya, Dr. Fadjry berpesan agar para peneliti melakukan akselerasi dalam pencapaian inovasi maupun hilirisasi. “Kita memiliki banyak inovasi, namun lemah dalam hilirisasi. Jangan mulai dari nol, lakukan akselerasi agar dapat cepat termanfaatkan” ujarnya. Terkait SDM yang semakin berkurang, beliau juga menyampaikan bahwa kondisi ini terjadi hampir di semua satker sehingga rangkap jabatan tidak bisa dihindari. Di akhir acara, Dr. Fadjry berpesan agar semua ASN Balitkabi sama-sama membesarkan Balitbangtan agar output yang dihasilkan dapat maksimal dan masif. “Mari angkat bendera Balitbangtan, bawa marwah Balitbangtan sampai ke daerah” pungkasnya.

whatsapp-image-2019-04-04-at-12-46-56

RTH