Berita ยป Alat Tanam Inovasi Petani Sopeng

Kreativitas petani di Nusantara ini sudah tidak terhitung dan salah satu yang pantas mendapakan acungan jempol adalah alat tanam kedelai dan padi yang digunakan oleh petani di Tellulimpoe dan sekitarnya yang berada di Kabupaten Sopeng, Sulawesi Selatan.

Kawasan Sopeng terkenal dengan tanahnya yang subur. Selain padi, kedelai juga menjadi tanaman yang difavoritkan oleh petani. Lahan tersedia cukup dan penduduk terbatas, memicu petani untuk lebih berkreativitas. Arifin SP, teknisi Pemuliaan Kedelai melaporkan pengamatannya di Sopeng. Penanaman kedelai tidak menggunakan tugal, seperti yang dilakukan petani di Jawa, petani menyebut alat tanamnya dengan tajak.

Bentuk tajak mirip tongkat, ada pegangan, tetapi bagian ujungnya mirip pisau, yang ujungnya tajam. Cara tanam kedelai dilakukan dengan menggemburkan tanah dengan ujung tajak, kemudian benih kedelai dijatuhkan oleh ke lubang tanam yang telah digemburkan. Cukup dilakukan 1 orang, karena memang sulit mendapatkan tenaga kerja untuk tanam.

Alat tanam kedelai di Tellulimpoe, Sopeng


Alat tanam padi di Tellulimpoe, Sopeng

Tidak kalah kreatifnya dengan alat tanam kedelai, petani juga berkreasi untuk alat tanam padi. Wadah untuk benih digunakan wadah botol plastik bekas minuman air mineral. Setiap alat penanam berisi 8 wadah, yang berarti sekali tanam untuk 8 lubang. Gabah direndam sekitar 24 jam sampai muncul calon akar, dimasukkan ke wadah penanam. Alat tanam padi menggunakan rangka kayu yang ditambahkan tuas panjang untuk mengatur keluarnya benih dari wadah plastik. Alat inipun juga mampu menghemat tenaga kerja.

MMA/AW