Berita ยป Analisis Dan Managemen Risiko Organisme Pengganggu Tumbuhan dan Dukungan Karantina Pertanian Menghadapi Perdagangan Bebas

Tanggal 30-31 Oktober 2012, Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya mengadakan rapat koordinasi membahas Analisis Risiko Organisme Pengganggu Tumbuhan (AROPT) di Hotel Cendana Surabya. Rapat koordinasi dihadiri oleh Badan Karantina Pertanian Pusat (BARANTAN), BB Karantina Pertanian Surabaya, para Kasi Perlindungan Tanaman seluruh Dinas Pertanian kabupaten di Jawa Timur, Dinas Perkebunan Jawa Timur, UPTPTPH Dinas Pertanian Jawa Timur, peneliti Hama Penyakit dari Balitkabi, Balittas, Kepala Wilker BBKPP Gresik, Juanda, Banyuwangi dan P3GI Pasuruan.

Tujuan rapat koordinasi adalah untuk menyusun/merumuskan kajian risiko OPTK untuk keselamatan produk pertanian dari ancaman berbagai OPTK dan mengumpulkan informasi baru OPT Karantina khususnya menghadapi derasnya laju impor dan ekspor produk pertanian di Indonesia khususnya di Jawa Timur, seperti yang disampaikan oleh Kepala Balai Besar Karantina Pertanian dalam kata sambutan pembukaan rapat yang diwakili oleh Ir. Agus Suparto.

Ir. Agus Suparto, dalam diskusi Kordinasi OPTK dengan Instansi terkait berdasarkan kajian Risiko, Surabaya 30-31 oktober 2012.

Dalam rapat ini mengundang 4 nara sumber dari Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Jombang, Badan Karantina Pertanian Pusat, dan UPTPTPH Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur masing menyampaikan masalah OPT Tanaman Kopi, Kakao dan Tebu, Managemen Risiko Menghadapi Laju Perdagangan Komoditas Pertanian dan Peluang Ekspor Produk Pertanian, dan kontribusi UPTPTPH dalam mendukung SPS WTO.

Acara diskusi, membahas tentang kesiapan para UPT Proteksi di seluruh Jawa Timur untuk memenuhi ekspor produk pertanian. Untuk itu Balitkabi mengusulkan beberapa hal antara lain tindak lanjut rapat Koordinasi dengan melakukan workshop bersama stake holder (pelaku usaha/impoter dan eksporter, Dinas Perdagangan), Petani/Poktan/Gapoktan, dan para petugas terkait (petugas Perlindungan Tanaman), sosialisasi SPS WTO Komoditas Pertanian kepada petugas dan produsen untuk melakukan Good Agriculture Practices (GAP), agar dapat memenuhi kebutuhan pasar baik domestik dan luar negeri. Acara ditutup oleh Kepala BB Karantina Pertanian Surabaya dengan harapan Hasil Rapat Koordinasi ini menjadi bahan penyusunan AROPT dan tindak lanjut dan kerjasama dengan instansi terkait yang lebih intens.

Acara penutupan Rapat Koordinasi oleh Kepala BB Karantina Pertanian Surabaya Ir. Purwo Widiarto.

Acara diskusi diikuti seluruh peserta.