Berita ยป Ancaman Kekeringan pada Produksi Beras di Jawa Timur

Jawa Timur, merupakan salah satu sumber produksi beras di Indonesia dengan luas lahan baku sawah sekitar 1.177.160 ha. Untuk tahun 2015, sasaran luas tanam padi sebesar 780.429 ha yang tersebar di 38 kota dan kabupaten. Sampai bulan Agustus ini telah terealisir seluas 689.247 ha (88.32%) dan sisanya 91.150 ha (11.68%).

Di antara sisa yang belum terealisir terluas di Kabupaten Nganjuk (16.690 ha), dan Kabupaten Ngawi (12.013) ha dan sisanya tersebar di berbagai kabupaten. Berdasarkan Laporan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur terdapat enam kabupaten yang memiliki sawah di atas 50.000 ha, yaitu Kabupaten Lamongan (87.763 ha), Kabupaten Jember (84.993 ha), Kabupaten Bojonegoro (77.887 ha), Kabupaten Banyuwangi (66.049 ha), Kabupaten Tuban (56.037 ha) dan Kabupaten Ngawi (50.476 ha).

Dampak kekeringan akibat pengaruh El Nino dikhawatirkan akan berdampak pada stabilitas produksi beras di Jawa Timur, mundurnya musim hujan, dan mundurnya jadwal tanam di daerah-daerah eks karesidenan Surabaya, Madura, Madiun dan Besuki.

Untuk itu, pemerintah Provinsi Jawa Timur mengadakan Rapat Konsolidasi dalam Rangka Mitigasi Kekeringan di Jawa Timur, bertempat di Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur pada 20 Agustus 2015. Rapat dipandu oleh Kepala Dinas Pertanian, Kabid Produksi, Kabid Sapras Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, dan Dirjen PSP diikuti oleh BBSDL, BPTP Karang Ploso, Balitkabi, STTP, Bulog Divre Jawa Timur, UPTD Proteksi Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur dll.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas:

  1. Konsolidasi 4 (Empat) Tugas Upsus,
  2. Capaian Areal Tanam dan Mitigasi Kekeringan, dan
  3. Rencana Pertemuan (Terbatas) Dinas, Danrem, Dandim, Babinsa, Mantan Penyuluh di Markas Komando Daerah Militer V Brawijaya di Balai Prajurit.

Dalam Rapat di Dinas Pertanian di bahas masalah realisasi dari sasaran luas tanam yang telah tercapai sampai bulan Agustus 2015. Oleh sebab itu perlu dilakukan pengkajian kendala-kendala yang dihadapi oleh kabupaten-kabupaten yang belum mencapai sasaran yang telah ditetapkan meliputi ketersediaan air irigasi, sumur pompa, deraan kekeringan yang mungkin akan menggagalkan panen dan upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut.

Sambutan Kabid Produksi Dinas Pertanian Provinsi Jatim Ir. Achmad Nurfalakhi, M.P.

Sambutan Kabid Produksi Dinas Pertanian Provinsi Jatim Ir. Achmad Nurfalakhi, M.P.

Acara diskusi dipandu Kabid Kelembagaan Dinas Pertanian Provinsi Jatim.Dalam Rapat di Dinas Pertanian di bahas masalah realisasi dari sasaran luas tanam yang telah tercapai sampai bulan Agustus 2015.

Acara diskusi dipandu Kabid Kelembagaan Dinas Pertanian Provinsi Jatim.Dalam Rapat di Dinas Pertanian di bahas masalah realisasi dari sasaran luas tanam yang telah tercapai sampai bulan Agustus 2015.

Rapat dilanjutkan di Makodam V Brawijaya dipimpin oleh Pangdam V dan dihadiri oleh Dirjen PSP Kementerian Pertanian Dr. Gatot S., diikuti oleh Tim Rapat di Dinas Pertanian dan seluruh Danrem, Dandim, Kepala-kepala Dinas Pertanian Kota/kabupaten, Kadivre Bulog Jawa Timur dan penyuluh.

Dalam pertemuan ini, disamping membahas masalah kekeringan dan realisasi tanam di masing-masing daerah, juga masalah penyerapan gabah oleh Bulog. Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, Pangdam V memerintahkan agar seluruh Danrem dan Dandim ikut mengawal penanganan kekeringan terutama mengamankan distribusi air irigasi di daerah-daerah yang saat ini tersedia air terbatas sementara harus memenuhi kebutuhan air untuk pertanian guna menghindari konflik horisontal.

Dan untuk memenuhi target serapan Bulog di masing-masing Divre daerah, Danrem dan Dandim agar mengawal penjualan gabah petani kepada Bulog, dan memperkecil terjadinya pembelian oleh tengkulak-tengkulak spekulatif yang ada di daerah agar penyerapan Bulog dapat tercapai.

Suasana Rapat di Makodam V Brawijaya dipimpin oleh Pangdam V Brawijaya, Dirjen PSP Kementerian Pertanian dan Bulog Divre Jawa Timur.

Suasana Rapat di Makodam V Brawijaya dipimpin oleh Pangdam V Brawijaya,
Dirjen PSP Kementerian Pertanian dan Bulog Divre Jawa Timur.

Suharsono /AWj