Berita ยป Pelatihan Produk Olahan di Kab. Tanah Laut

Kabupaten Tanah Laut merupakan salah satu penghasil aneka kacang dan ubi terbesar di Kalimantan Selatan, siap untuk mendukung program Empat Sukses Kementerian Pertanian. Produksi aneka kacang dan ubi di Lanah Laut berlimpah namun belum banyak diolah menjadi pangan yang menarik, bernilai tambah, dan sebagai pangan alternatif dalam mendukung diversifikasi pangan. Untuk meningkatkan pendapatan petani maka Badan Litbang Pertanian melalui kerjasama Balitkabi dengan BPTP Kalimantan Selatan mengadakan pelatihan teknologi pengolahan aneka kacang dan ubi berbasis kearifan lokal. Berbagai hasil bumi aneka kacang dan ubi diolah menjadi pangan olahan seperti: kue lapis, singkong keju, wingko ubikayu, browines ubikayu, cassava blanca, kue mangkok ubijalar, onde-onde ubijalar, selai ubijalar rasa nenas, anggur, dan mangga. Pelatihan dilaksanakan di Kecamatan Takisung, 28 September 2013, diikuti 40 wanita tani, pengrajin makanan, penggerak PKK Kecamatan Takisung dan Kabupaten di bawah koordinasi Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kab Tanah Laut. Bupati Tanah Laut yang diwakili Staf Ahli Hukum menyambut baik kegiatan ini dan berjanji akan mengembangkan teknologi olahan pangan berbasis bahan baku aneka kacang dan umbi sebagai menu makanan dalam kegiatan rapat, pertemuan dll. Di samping itu akan juga diharapkan akan menumbuhkembangkan kegiatan ekonomis berbasis aneka kacang dan umbi yang melimpah di Tanah Laut.Dr. Hasil Sembiring, Kepala Puslitbang Tanaman Pangan, menyampaikan terima kasih atas sambutan Pemda Tanah Laut yang telah menyambung diseminasi hasil penelitian lewat pelatihan produk olahan ini. Dr Hasil juga mengapresiasi kepada tim Peneliti yang mengajarkan pengolahan umbi menjadi pangan bernilai tambah ini.


Ka Puslitbangtan membuka Sosialisasi Teknologi Pengolahan Aneka Kacang dan Umbi di Takisung, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan Didampingi Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kepala BPTP, Dr. Muchlis Adie dan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tanah Laut.


Meninjau pameran bahan olahan dan Varietas Anti 2 dan Antin 3, situasi pelatihan teknologi pengolhan aneka kacang dan umbi.

Prof Marwoto/AW