Berita » Aneka Kacang dan Umbi di Arena HPS ke-33

Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-33 di Sumbar yang diselenggarakan di kompleks TVRI Stasiun Sumbar By Pass Padang berlangsung sukses dan meriah. Masyarakat sangat antusias menyaksikan kegiatan nasional yang berlangsung sejak 31 Oktober hingga 3 November 2013. Tidak itu saja, peringatan HPS ke-33 ini juga dihadiri dan dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Negara Ani Yudhoyono. Selain itu, tampak hadir sejumlah menteri terkait. Pada kesempatan itu, Presiden SBY menekankan pentingnya optimalisasi sumber daya lokal dalam mengatasi kekurangan gizi. Sebab, dengan optimalisasi sumber daya lokal, mampu memperkuat fondasi ketahanan pangan di Indonesia. SBY menambahkan, Indonesia jangan berharap lagi dengan impor, sehingga terjadi ketergantungan. Begitu juga terjadi gejolak harga pangan dunia akan sangat berpengaruh pada kondisi nasional nantinya.Usai pembukaan dan meninjau Pameran Ketahanan Pangan dan Gelar Teknologi, Presiden RI meninjau areal Gelar Teknologi dan Saung AgroInovasi yang menjadi ikon Badan litbang Pertanian dalam setiap HPS. Berbagai teknologi pertanian, peternakan, perkebunan serta perikanan dan kelautan, digelar di lapangan. Yang agak berbeda dengan HPS sebelumnya, tampak dalam HPS-33 ini teknologi KRPL digelar sangat lengkap dengan strata-stratanya serta Kios Tani untuk tempat penjualan hasil.
Presiden RI meninjau Lokasi Gelar Teknologi, tampak peneliti Badan litbang Pertanian, Ir. Sulusi Purbawati, MS memberikan penjelasan.
Gambar kanan adalah display produk di Saung AgroInovasi.
Sebagai bagian dari badan Litbang Pertanian, Balitkabi aktif berpartisipasi menggelar teknologi aneka kacang dan umbi serta aspek pengolahan hasilnya. Komoditas Balitkabi yang disajikan adalah ubi jalar, kacang tanah, dan kacang hijau.. Untuk kacang tanah varietas yang ditanam meliputi: Kancil, Tuban, Kelinci, Hypoma-1, Talam-1 dan Takar-1. Sedangkan varietas kacang hijau yang disajikan adalah Vima-1, Kutilang, Sriti, dan Walet. Semua pertanaman yang digelar dalam performace yang sangat baik. Varietas unggul ubijalar yang dipromosikan adalah Beta1 dan Beta 2 yang berwarna oranye, Antin 1 (sembur ungu-putih), Antin 2 dan Antin 3 (Ungu gelap) dan Sari (kuning). Warna-warni daging umbi dan penampilan pertanaman yang bagus menarik perhatian pengunjung. Praktis pertanaman menjadi “gundul” pada akhir acara HPS karena stek-nya menjadi rebutan pengunjung. Balitkabi telah mengantisipasi dengan menyiapkan cukup banyak kantong-kantong stek dan label varietas. Namun karena antusias yang tinggi, katong dan label tidak mencukupi.
Kunjungan SBY di depan pertanaman VUB ubi jalar (kiri), dan antusias pengunjung mengambil stek ubi jalar unggul Selain menggelar aneka varietas unggul di lapangan dan display dalam Saung AgroInovasi, Balitkabi juga menyiapkan berbagai makanan-cicip asal kedelai: Susu dan kecap, serta produk-produk asal ubi jalar: mie, kue mangkok, es krim, onde-onde, martabak manis, brownis, jus. Pada kesempatan itu, TVRI Stasiun Sumbar juga melakukan liputan dengan mewawancarai peneliti ubijalar Balitkabi Dr. M. Jusuf dan staf pascapanen (Lina Kusumawati).
Penjelasan mengenai produk olehan asal aneka kacang umbi oleh staf Balitkabi di Saung KRPL (kiri) dan Dr. M. Jusuf berpose bersama kru
TVRI usai wawancara.

Jusuf/AM