Berita ยป Anggota KORPRI Memang Abdi Negara dan Masyarakat

Setiap ulang tahun selalu teringat akan umur, dan mestinya lalu introspeksi diri. Demikian juga dengan ulang tahun organisasi Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) yang jatuh pada 29 November 2012. Anggota KORPRI, yang dulu bernama Pegawai Negeri Sipil (PNS), kini berubah menjadiAparat Sipil Negara (ASN). KORPRI tergolong organisasi besar, anggota dan perangkat organisasinya tersebar di seluruh NKRI, mulai tingkat pusat hingga pelosok daerah.Mereka menempati fungsi dan jabatan tertentu, mulai pejabat eselon pusat dan daerah, pejabat fungsional, pejabatstruktural, staf,dan karyawan. Mereka bekerja di bidang pendidikan, pertanian, perhubungan, kesehatan, penegakan hukum, pertahahan dan keamanan, perhubungan, pekerjaan umum dan sebagainya. Pada ultah atau hari lahir (harlah) atau milad ke-41, KORPRI mengusung tema “Pemantapan Jiwa Korps Pegawai Republik Indonesia Guna Mempercepat Reformasi Birokrasi”.

ASN Badan Litbang Pertanian di Balitkabi sedang mengikuti upacara bendera setiap tanggal 17.

Sebagai abdi negara, yang mengemban tugas tertentu sesuai dengan bidangnya, anggota KORPRI adalah insan yang kompetensinya sudah distandardisasi. Selain bekal ilmu dari pendidikan yang dipersyaratkan, secara periodik para anggota KORPRI selalu di-upgrade kapasitasnya dengan latihan kedinasan. Oleh karena itu ilmu dan keterampilan anggota KORPRI terus meningkat mengikuti tantangan dan tuntutan pekerjaan.

Wajah baru gapura depan kantor Balitkabi mengucapkan Selamat Ultah KORPRI ke-41, 29 Nov 2012.

Di samping tugas pokok di lembaganya masing-masing, di lingkungan domisilinya, para anggota KORPRI, secara sukarela, dipilih, ditunjuk atau bahkan dipaksa oleh masyarakat sebagai pemimpin informal. Ribuan anggota KORPRI di pelosok NKRI menjabat Ketua atau pengurus Organisasi Sosial Kemasyarakatan seperti RT, RW, PKK, atau Majlis Taklim, Komunitas Seni-Budaya, Koperasi, Takmir Masjid, dan sebagainya.

Sebagai sebuah organisasi besar banyak hal yang dialami KORPRI, baik anggotanya maupun organisasinya. Jumlah anggota besar berarti potensi suaranya banyak. Potensi suara besar ini menarik kontestan politik untuk mendekati para anggota KORPRI, secara resmi atau terselubung, orang per orang atau sebagai organisasi. Ingatan lampau lalu muncul bahwa perahu KORPRI pernah olengdalam beberapa Pemilu dan Pemilukada. Olengnya, karena ditarik atau merapat ke sana sini untuk kepentingan politik tertentu.

Waktu berjalan, dengan semakin baiknya tata pemerintahan dan dewasanya demokrasi di Indonesia, maka Konstitusi menegaskan bahwa KORPRIharus netral. Kenetralannya pun kini lebih terjaga, karena sanksinya jelas, dan dapat disasarkan pada para anggota yang tak abai terhadap peraturan.

Para ASN yang tergabung dalam KORPRI, saat ini ada yang baru masuk, sudah senior, atau bahkan sudah akan mengakhiri pengabdiannya, purna tugas. Yang antri mendaftar pun selalu bertambah, karena menjadi ASN memang menjadi dambaan banyak orang, orang tua, atau pun siapa saja. Oleh karena itu setiap pendaftaran pegawai baru dari Kementerian atau dinas apa pun, di mana pun, dan kapan pun selalu dijubeli pendaftar, dalam antrian panjang. Mereka rela berdini-hari datang, dalam antrian panjang,berpanas-panas demi suksesnya pendaftaran agar menjadi ASN.

Tiga wajah baju seragam KORPRI.

Selama perjalanannya Baju Seragam KORPRI sudah berganti motif tiga kali. Namun satu hal yang boleh dicatat bahwa tren warnanya utamanya tetap: kombinasi biru dan putih.Pada saat berseragam, khususnya dalam Upacara, anggota KORPRI diharuskan bercelana biru gelap dan berkopiah.

Selamat Ulang Tahun KORPRI. Jayakan Indonesia di bidang kerja kita masing-masing.

aw, jaslit