Berita » Angkatan Kedua P2KP Tuban Berlatih di Balitkabi

Melanjutkan pelatihan sebelumnya, 40 peserta, terdiri dari Kepala Bidang, Kepala Sub Bidang, Kepala UPT Badan, Penyuluh Pertanian, Badan Pengendalian Ketahanan Pangan (BPPKP) Kabupaten Tuban disertai ibu-ibu Kelompok Wanita Tani, dan Darma Wanita, mengikuti pelatihan pengolahan pangan olahan berbasis umbi-umbian di Balitkabi. Kabid Pengendalian Ketahanan Pangan BPPKP Kabupaten Tuban, Agung Pratama, menyampaikan bahwa jika pelatihan sebelumnya, Rabu, 10 Januari kemarin mayoritas pesertanya adalah wanita tani dan pemuda petani, maka pada gelombang kedua ini diikuti oleh lebih banyak petugas pertanian dan Darma Wanita. Hal ini dimaksudkan agar pengembangan diversifikasi pangan olahan berbasis umbi-umbian dapat lebih digiatkan dari semua penjuru, baik produksi maupun kelembagaan, dan oleh banyak pihak.

Untuk pelatihan ini tim Lab Pangan Balitkabi memberikan materi pangan olahan berupa stick mocaf, bola-bola cassava, cake tape, tiwul instan, singkong keju, wingko yang berbahan baku ubi kayu; lidah kucing, selai, sweetpotato chocochip, es krim, mi, sweetpotato stick, dari bahan ubi jalar; semprit dari umbi garut, dan DS Kress berbahan mbote.

Para peserta juga praktik langsung pembuatan sawut dan tepung ubijalar, brownies ubikayu, cassava blanca, es krim ubijalar, onde-onde ubijalar, pukis ubijalar, kue mangkuku ubijalar, dan mi mbote.


Sebelumnya, Ir. Achmad Winarto, yang mewakili Balitkabi menerima para tamu, menyampaikan bahwa kerjasama Balitkabi dengan Kabupaten Tuban sudah sangat erat. Dilepasnya kacang tanah varietas Lokal Tuban menjadi Varietas Unggul Nasional adalah bukti bahwa kerjasama tersebut produktif dan memberikan kontribusi nyata produktivitas kacang tanah dan ekonomi petani. Kacang tanah varietas Tuban merupakan salah satu varietas yang sangat laku di pasaran dan menjadi salah satu varietas utama untuk produk kacang Garuda dan Kelinci yang pabriknya di Jawa Tengah.

Selain itu, tutur Pak Win, pada tahun 2009, Balitkabi juga sudah melatih penggiat PKK Desa Sambungrejo Kec. Merakurak. Bu Djuwariah (B Jujuk) dan Bu Buti Suryani, peserta pelatihan,telah mengembangkan produk olahan dari ubi-ubian di lingkungan terbatas, lalu berkembang dan berkembang menjadi usaha yang lebih luas.“Kini, bu Jujuk dan kawan-kawannya mendirikan koperasi”, tutur pak Gaguk, salah satu Kepala Bidang BPPKP Kabupaten Tuban yang ikut mendampingi peserta. Artinya teknologi Badan Litbang Pertanian yang dijajakan hingga jauh ke pelosokpedesaan di Kab Tuban, pada tahun 2009, kini sudah lebih berkembang luas di masyarakat.

Umbi-umbian memang sumber pangan yang harus dikembangkan terus untuk memperkuat ketahanan dan daulat pangan NKRI.

lihat juga http://www.balitkabi.litbang.deptan.go.id/kilas-litbang/470-produk-ubijalar-ungu-dapat-sambutan-masyarakat.html

Sagit/AW