Berita ยป Anjasmoro Diminati Petani Kedelai di Tuban

Ternyata Tuban tidak hanya menjadi sentra kacang tanah di Jawa Timur, kedelaipun tetap diminati dan ditanam oleh petani, paling tidak dilakukan di Desa Plandirejo, Plumpang, Tuban. Bahkan berbudidaya kedelai terus dilakukan hingga kini, dengan pola tanam padi-kedelai-padi. Alasan petani menanam kedelai adalah umurnya yang relative tidak terlalu dalam dan juga lebih aman dari ancaman tikus dibandingkan dengan menanam jagung.Musim tanam kedelai saat ini kurang menguntungkan, karena tingginya curah hujan, sehingga banyak tanaman kedelai mati dan hasilnya juga tidak sebaik tahun sebelumnya. Pada kondisi normal, menurut Ketua Kelompok Tani Tlatah Subur, hasil kedelai bisa mencapai 2 โ€“ 2.3 t/ha. Desa Plandirejo adalah berbatasan dengan Bengawan Solo, ancaman banjir selalu menjadi ancaman tanaman pangan. Kedelai ditanam dengan lebar bedengan sekitar 1.5 โ€“ 2.0 m dan saluran irigasi antar bedengan menjadi tuntutan penting budidaya kedelai di Plandirejo. Harga jual kedelai Rp. 7500/kg.

Musim panen kedelai di Plandirejo, Plumpang, Tuban


Gelar teknologi kedelai Balitbangtan di Tuban, Varietas Anjasmoro diminatiObservasi lapang, 13 Mei 2014, kedelai yang ditanam petani merupakan varietas campuran, dan petani mendapatkan benih umumnya dari Nganjuk. Petani menyebutnya dengan varietas Wilis. Balitbangtan yang melakukan Gelar teknologi budidaya kedelai di Plandirejo, Februari โ€“ Mei 2014, dengan menggunakan varietas Anjasmoro, Argomulyo dan Wilis memberikan wawasan baru bagi petani, minimal untuk memperkenalkan varietas unggul kedelai yang lain. Beberapa petani dan juga Ketua Kelompok Tani Tlatah Subur, tertarik dengan varietas Anjasmoro, selain ukuran bijinya besar juga hasilnya tinggi. Menurut peneliti Balitkabi, Ir. Abdullah Taufiq MS, hasil varietas Anjasmoro sekitar 2,50 t/ha, cukup adaptif dengan agroekologi Plandirejo dengan kelembaban tanah yang relatif tinggi, sebaliknya Argomulyo kurang sesuai di Plandirejo.

Satu lagi inovasi teknologi Balitbangtan diminati oleh petani.

MMA/AW