Berita » Antisipasi Kemarau, Balitbangtan Tawarkan Varietas Genjah Toleran Kekeringan

Hampir 60% produksi kedelai diusahakan di lahan sawah. Penanaman kedelai di lahan sawah jatuh pada musim kemarau 1 (MK 1) dan MK 2. Pada kondisi demikian, budidaya kedelai seringkali menghadapi risiko gagal panen karena kekeringan. Pemanasan global yang menyebabkan peningkatan intensitas kekeringan yang ekstrim, turut meningkatkan risiko kegagalan tersebut. Hingga saat ini di Indonesia belum tersedia varietas kedelai toleran kekeringan. Varietas kedelai umur genjah dan tahan kering merupakan karakter varietas yang dapat menjawab tantangan kekeringan akibat pemanasan global. Oleh karena itu, dalam rangka menghadapi musim kering dan upaya meningkatkan produksi kedelai, Balitbangtan menyiapakan varietas unggul terbaru dengan karakter umur genjah dan tahan kering yakni: Varietas Gema, Dering 1, Detam 3 Prida dan Detam 4 Prida. Varietas Gema mampu berproduksi hingga 2,47 t/ha, lebih tinggi daripada hasil biji varietas Burangrang (2,20 t/ha), umur masak 73 hari dan ukuran biji mencapai 11,90 g/100 biji, umur super genjah, prospektif dikembangkan pada daerah-daerah bercurah hujan terbatas atau dibudidayakan pada MK2, ketika air irigasi mulai berkurang. Dering 1 mampu berproduksi 2,83 t/ha, rata-rata hasil 1,95 t/ha, umur masak polong ±81 hst, tahan rebah, toleran kekeringan selama fase reproduktif. Selain toleran kekeringan, Dering 1 juga terindikasi memiliki ketahanan terhadap hama penggerek polong (Etiella zinckenella) dan penyakit karat daun (Phakopsora pachyrhizi). Detam 3 Prida merupakan hasil seleksi dari persilangan antara galur W9837 dengan varietas Cikuray. Potensi hasil bijinya tinggi, hingga 3,15 t/ha (rata-rata 2,88 t/ha), warna biji hitam, berumur genjah (75 hari), ukuran bijinya 11,8 g/100 biji dan agak toleran kekeringan. Detam 4 Prida diseleksi dari persilangan antara galur W9837 dengan galur 100H-236 dengan potensi hasil bijinya mencapai 2,89 t/ha (rata-rata 2,54 t/ha), umur masak 76 hari, warna biji hitam, ukuran bijinya 11 g/100 biji, toleran kekeringan pada fase reproduktif, berumur genjah, agak tahan hama pengisap polong dan juga agak tahan terhadap penyakit karat daun.

VUB Kedelai umur genjah dan tahan kering

Marwoto/AW