Berita » Apresiasi Litbang Unggul 2019

 

litbangApresiasi terhadap kinerja lembaga penelitian dan pengembangan merupakan agenda tahunan dari Kemenristek – BRIN, yang pada tahun 2019 dilaksanakan 2 Desember 2019 di Auditorium BJ Habibie, BPPT, Jakarta. Dr. Ir. Patdono Suwignjo M.Eng.Sc, Plt, Dirjen Kelembagaan Iptek dan Pendidikan Tinggi menyampaikan capaian PUI terus menggembirakan setiap tahunnya. Diantaranya, pada tahun ini, lembaga PUI telah menghasilkan sebanyak 833 paten, 2442 KTI internasional, 2969 KTI nasional. Saatnya PUI harus melangkah lebih maju, menjadi lembaga litbang bertaraf internasional. Indonesia Innovation Day (IID) akan terus dilakukan di luar negeri. Lembaga litbang harus lebih fokus terhadap keunggulannya, tidak ada lembaga litbang yang unggul di bidang apa saja.

Agenda apresiasi lembaga litbang 2019 terdiri dari (1) Deklarasi PUI 2019, (2) Apresiasi BPPD berkinerja utama, (3) Penyerahan sertifkat KNAPPP, dan (4) IIRDI award. Balitkabi telah ditetapkan sebagai PUI Akabi pada tahun 2014 dan tahun 2017 memasuki periode perpanjangan I. Pada tahun 2019 ditetapkan sebanyak 18 PUI baru, sehingga jumlah PUI telah mencapai 137 litbang.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, Ph.D., menegaskan bahwa litbang (R&D) memang dibutuhkan oleh negara. Litbang menjadi prasyarat posisi suatu negara naik kelas atau tidak dalam aspek kompetitifnya (daya saingnya). Data WEF, posisi Indonesia saat ini menurun berada pada peringkat 50 dari 141 negara yang sebelumnya berada pada posisi antara 36 – 45. Dicontohkan oleh Bambang, Jepang dan Korsel, tidak pernah berhenti melakukan riset, tidak pernah padam menghasilkan inovasi. Saatnya, Indonesia memperkuat SDM dan litbang. Inilah jebakan keluar status negara. Saat ini terdapat 329 lembaga litbang (101 lembaga litbang LPNK dan 228 LPK) dan yang telah ditetapkan sebagai PUI baru 137 litbang. Diperlukan kesungguhan dan komitmen pimpinan dan peneliti di lembaga litbang.

Badan Riset dan Inovasi Nasional akan memperkuat riset dan riset tidak saling tumpang tindih. Kekuatan riset ada di perguruan tinggi, LPK/LPNK dan industri. Saatnya industri didorong dan bersinergi melakukan riset. Bahkan inovasi bisa datang dari masyarakat, lembaga litbang melakukan pendampingan. Indonesia memiliki kekuatan biodiversitas, jadikan hal tersebut menjadi kekuatan ekonomi, bukan hanya menjadi objek penelitian. Sekali lagi riset segera dihilirisasikan untuk memperoleh invensi dan inovasi.

Pada akhir sambutannya, Menristek/BRIN mengajak mengoptimalkan talenta-talenta yang ada dan perkuat kerja tim.
Salam lembaga Litbang Unggul Indonesia

Apresiasi Lembaga Litbang 2019

Apresiasi Lembaga Litbang 2019

MMA