Berita ยป Balitbang Dukung Perluasan Areal Tanam Kedelai 2014


Sasaran luas areal tahun 2014 sebanyak 1.073.511 ha, luas panen 1.019.835 ha, dengan produktivitas 1.47 t/ha dan produksi yang dibidik 1.500.000 ha. Upaya untuk memenuhi target melalui beberapa program : 1.peningkatan produktivitas melalui SLPTT dan peningktan produksi swadaya berbantuan saprodi seluas 490.000 ha dan Perluasan Areal Tanaman (PAT) kedelai seluas 340.000 ha, yang tersebar di 15 Provinsi, tersebar di 115 kabupaten. Upaya untuk mempersiapkan target dan sasaran produksi kedelai melalui program PAT kedelai dibahas dan dikordinasikan serta disosialisasikan di Jogjakarta, 12-14 Februari 2014. Hadir sekita 150 orang dari 15 Provinsi dan 115 Kabupaten serta para nara sumber dari Badan Litbang Pertanian, Direktorat Perbenihan, PT SHS, Bulog, Inspektorat Kementan.

Direktur Budidaya Aneka Kacang dan Umbi, mengingatkan para Kepala Dinas Provinsi, Kabid Produksi Tanaman Pangan yang menjadi target sasaran PAT kedelai agar melaksanakan dengan baik dan dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Program Pengembangan Kedelai pada tahun ini dipantau langsung oleh Presiden melalui Unit Kerja Presiden Pemantauan Pelaksanaan Pembangunan (UKP4), oleh karena itu pelaksanaan PAT kedelai harus dilaksanakan dengan tepat sesuai sasaran. Berbagai kendala dalam pelaksanaan PAT di lapang berdasarkan laporan dari lapang adalah karena : 1. penyusutan lahan dari lahan pangan menjadi perkebunan (Karet dan Sawit) terutama di luar Jawa, 2) harga kedelai yang tidak kompetitif, dan 3) tataniaga kedelai.

Berbagai kebijakan dan fasilitas untuk pengembangan kedelai telah dipersiapkan antara lain: a) peraturan Mentan tentang produksi benih kedelai dari klas benih Pokok menjadi Benih Pokok 1, dari Benih Sebar di perbanyak menjadi Benih Sebar 1, b) Kebijakan harga menjadi Rp 7.500,-/kg yang akan ditampung oleh Bulog, c) fasilitas bantuan sarana produksi dan d) deklarasi Bukit Tinggi untuk pencapaian target produksi kedelai melalui koordinasi, pengawasan yang lebih intensif. Peran Badan Litbang dalam Program ini adalah merumuskan teknologi budidaya kedelai spesifik lokasi dan memberikan informasi produksi benih sumber kedelai melalui surat tugas Menteri Pertanian No336/KP.340/M/11/2013. Buku Teknologi Budidaya kedelai Spesifik Lokasi, Identifikasi hama, penyakit dan kahat hara pada tanaman kedelai dan Teknik produksi benih kedelai dari Badan Litbang Pertanian telah diperbanyak oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, dibagikan ke 15 provinsi dan 115 Kabupaten sasaran PAT kedelai. Teknologi produksi berbagai agroekosistem dari Badan Litbang Pertanian telah dipakai sebagai acuan untuk menyusun Pedoman Umum pelaksanaan PAT kedelai yang dipakai acuan bagi petugas/penyuluh di lapang dalam melaksanakan pengembangan kedelai di daerah.

Prof. Marwoto peneliti Badan Litbang Pertanian, Dr. Maman Suherman Direktur Budidaya Aneka Kacang dan Umbi, dan Kepala Dinas Pertanian
Tanaman Pangan DI Yogyakarta dalam rapat Pembukaan Koordinasi dan Sosialisasi PAT Kedelai.

Dr. Maman Suherman menyampaikan program PAT kedela dan Dr Nyoman Widiarta menyampaikan informasi produksi benih sumber
kedelai dan pendampingan SLPTT kedelai pada Acara Kordinasi dan Sosialisasi PAT kedelai.

Prof Marwoto/AW