Berita » Balitbangtan Mengembangkan Kedelai di Madagaskar

Tindaklanjut Result of Discussion (ROD) antara Kementerian Pertanian RI dengan Kementerian Pertanian Madagaskar (Minagri) menyepakati pengembangan kedelai di Madagaskar. Peneliti Balitbangtan berperan dalam proses pengembangan tersebut. Tanggal 8–10 Desember 2014, pemulia kedelai Balitbangtan (Dr. Muchlish Adie) beserta dua staf dari Pusat Kerjasama Luar Negeri Kementan (Heldi Yunan Ardian dan Budiarto) mendapatkan tugas untuk melakukan pertemuan dengan Jajaran Minagri, dan peneliti Balitbangtan di Madagaskar (Prof. Dr. Sudaryono dan Dr. Heru Kuswantoro) serta melakukan observasi lapang pada pengembangan kedelai di Madagaskar. Pertemuan yang diinisiasi oleh Dubes RI di Madagaskar (Artanto Salmoen Wargadinata) dengan Direktur Jenderal Teknik dari Ministere Del L’Agriculture et du Development Rural yakni Voahangy Arijona yang didampingi dua stafnya, apa yang sudah dilakukan oleh Kementan RI melalui penelitian dan pengembangan oleh peneliti Balitbangtan mendapatkan apresiasi oleh Menteri Pertanian Minagri bahkan oleh jajaran kepresidenan yang ditunjukkan dengan pencanangan penanaman kedelai oleh Presiden Madagaskar. Diharapkan kedepan, pengembangan tidak hanya terbatas pada komoditas kedelai, tetapi dapat diperluas kepada komditas lain yang berpeluang meningkatkan pendapatan petani dan masyarakat di Madagaskar.


Pertemuan dengan Minagri dan Dubes RI di Madagaskar, serta Tim Kementan RI dan peneliti Pada saat ini dilakukan pengembangan kedelai di wilayah Antsirabe yang berjumlah 6 ha yang terdiri dari 3 kegiatan pengembangan yaitu uji adaptasi varietas kedelai, demplot teknologi budidaya kedelai dan dem-farm teknologi budidaya kedelai. Penanaman dimulai sejak akhir November hingga 10 Desember 2014. Lokasi pengembangan menggunakan lahan kering dengan elevasi sekitar 1400 m diatas permukaan laut.


Pengembangan kedelai yang dilakukan penelti Balitbangtan di Madagaskar Keaktifan, contoh di lapang dan komunikasi yang dibangun secara baik oleh peneliti Balitbangtan mendapatkan apresiasi oleh pemerintah Madagaskar. Direncanakan pada saat menjelang panen (April–Mei) akan dilakukan temu lapang pada lokasi demplot dan denfarm kedelai tersebut.

MMA