Berita » Balitbangtan Siap Dukung Rencana Strategis Kementerian Pertanian 2020-2024

Menteri Pertanian, Dr. Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam Raker Balitbangtan 2019 di Maros, Sulawesi Selatan

Menteri Pertanian, Dr. Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam Raker Balitbangtan 2019 di Maros, Sulawesi Selatan

Rapat Kerja (Raker) Balitbangtan tahun 2019 dilaksanakan pada minggu terakhir November 2019 di Auditorium Prof. Dr. Ibrahim Manwan, Balai Penelitian Tanaman Serealia, Maros, Sulawesi Selatan. Raker Balitbangtan yang dihadiri Mentan baru Dr. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.H. ini mengusung tema “Penguatan Manajemen Balitbangtan dan Sosialisasi Program-Program Strategis”. Sebanyak 315 peserta yang terdiri 64 UK/UPT Balitbangtan mengikuti raker yang digelar selama dua hari tersebut.

Acara dibuka oleh Kepala Balitbangtan, Dr. Fadjry Djufry setelah sebelumnya disampaikan laporan oleh Ketua Panitia Raker Dr. Hardiyanto, M.Sc. Hardiyanto menyebutkan kegiatan Raker 2019 bertujuan untuk melakukan konsolidasi antara Menteri Pertanian yang baru dengan Balitbangtan dalam menyusun strategi-strategi yang diperlukan dalam mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan. Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry menyampaikan program 100 hari kerja Menteri Pertanian adalah fokus dalam menyelesaikan “Single Data” untuk menyamakan persepsi data. Kementerian Pertanian akan melakukan suplai data luas panen, produktivitas, serta membangun metodologi yang sama dengan Badan Pusat Statistik. Fadjry juga menyampaikan bahwa tantangan saat ini adalah terjadinya penurunan luas baku sawah dari 8,1 juta ha menjadi 7,1 juta ha. Perlu upaya keras untuk meningkatkan produktivitas padi dari 5-6 ton/ha menjadi 8-9 ton/ha.

Arahan Kepala Balitbangtan, Dr. Fadjry Djufry, dalam Raker Balitbangtan 2019

Arahan Kepala Balitbangtan, Dr. Fadjry Djufry, dalam Raker Balitbangtan 2019

Pada hari kedua, Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.H. menyampaikan rencana strategis Kementerian Pertanian 2020 – 2024. Empat kunci untuk mencapai pertanian maju, mandiri dan modern yaitu : 1) Peningkatan produksi dan produktivitas, 2) Pertanian rendah biaya, 3) Mekanisasi dan research, dan 4) Ekspansi pertanian. Dalam hal ini lima program jangka pendek yang akan dilaksanakan adalah: 1) Single data, 2) Kostra Tani, 3) Ketersediaan pangan, 4) Pembiayaan, dan 5) Sinergitas.

Mentan Dr. Syahrul Yasin Limpo akan memantau pergerakan pertanian Indonesia melalui Agriculture War Room (AWR) serta fokus pada program Single Data dengan menginstruksikan penyelesaian pengakurasian data lahan dan produksi. Kegiatan ini di bawah tanggung jawab langsung Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP). Selain Single Data dan AWR, Mentan juga fokus terhadap program Komando Strategis Pertanian (Kostra Tani), yang merupakan pusat kegiatan pembangunan pertanian tingkat kecamatan. Konstra Tani merupakan optimalisasi tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Ketersediaan pangan dilakukan dengan menjamin ketersediaan komoditas pangan strategis 3 (tiga) bulan ke depan untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduk Indonesia. Perbaikan konsep asuransi dan inisiasi bank pertanian perlu dijadikan perhatian. Keempat program tersebut memerlukan sinergitas dengan kementerian lain, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah setempat untuk penguatan manajemen pembangunan pertanian.

Setelah pemaparan renstra 2020 – 2024, Mentan SYL juga memberikan pengarahan antara lain : 1) Segera dipetakan provinsi andalan wilayah yang mempunyai hamparan sekitar 50.000 ha dan memungkinkan dilaksanakan kegiatan pertanian terpadu, 2) Pembuatan show window Kementerian Pertanian pada lokasi tersebut dengan dukungan semua K/L terkait seperti Kemen PUPR, Kemendes, dan Pemda, 3) Konsep integrated farming akan dipraktekkan dengan dukungan kelembagaan yang lengkap termasuk LKMA atau menghidupkan kembali semacam KUD serta pertanian 4.0, 4) Penggunaan teknologi modern untuk penyimpanan dan pengolahan (silo, dryer, screen house, pembibitan, dan lainnya), yang kegiatannya dilaksanakan di lahan eksisting, 5) Dukungan pembiayaan menggunakan Bank Pembangunan Daerah.

Kapuslitbangtan Dr. Harris Syahbuddin sampaikan potensi tepung aneka umbi kepada Mentan Dr. Syahrul Yasin Limpo.

Kapuslitbangtan Dr. Harris Syahbuddin sampaikan potensi tepung aneka umbi kepada Mentan Dr. Syahrul Yasin Limpo.

Foto bersama peserta Raker Balitbangtan 2019 dengan Mentan Dr. Syahrul Yasin Limpo (sumber foto Yuliantoro Baliadi)

Foto bersama peserta Raker Balitbangtan 2019 dengan Mentan Dr. Syahrul Yasin Limpo (sumber foto Yuliantoro Baliadi)

AA