Berita ยป Balitbangtan Siap Luncurkan Varietas Unggul Baru Kedelai Adaptif Lahan Kering Masam

demas

Potensi areal lahan kering masam di Indonesia sangat luas untuk pengembangan kedelai dari total lahan kering masam yang mencapai lebih dari 108 juta ha. Pemulia Balitbangtan di Balitkabi telah menghasilkan calon varietas kedelai generasi baru yaitu Demas 2 dan Demas 3. Demas adalah kedelai adaptif lahan masam. Demas 1 telah dilepas lima tahun yang lalu yakni pada tahun 2014.
Demas 2 (asal galur G511H/Anj-1-3) merupakan hasil seleksi keturunan dari G511H dengan Anjasmoro. Hingga saat ini, Varietas Anjasmoro memiliki sebaran terluas di Indonesia termasuk di lahan kering masam. Potensi hasil dari Demas 2 mencapai 3,27 t/ha dan rata-rata hasilnya adalah 2,79 t/ha. Memiliki kandungan protein lebih tinggi dari Demas 1 maupun Anjasmoro. Selain itu memiliki umur masak genjah (77 hari) dan ukuran bijinya besar (14,99 g/100 biji). Agak tahan terhadap hama pengisap polong dan penyakit karat daun.
Calon varietas baru lainnya adalah Demas 3 yang dirakit melalui silang balik (back-cross) antara G511H dengan Anjasmoro dengan nama galur adalah G511H/Anj//Anj///Anj-11-2. Keunggulan utamanya adalah tahan pecah polong. Potensi hasil 2,88 t/ha dan rata-rata hasil 2,68 t/ha, serta kandungan protein lebih tinggi dibandingkan dengan Demas 1 maupun Anjasmoro. Umur masak genjah hanya 76 hari dan ukuran biji tergolong besar (14,40 g/100 biji).
Kedua galur tersebut telah disetujui untuk dilepas sebagai varietas kedelai pada sidang Tim Penilai Varietas Tanaman Pangan (TPVTP) yang dilakukan di Bogor pada tanggal 27 Juni 2019. Kedua VUB kedelai ini menjadi harapan baru untuk mendongkrak produktivitas kedelai di lahan kering masam.

 

AyK