Berita » Balitkabi Berpartisipasi pada Evaluasi Panen Ubikayu di Pematang Siantar

Evaluasi partisipatif melalui panen ubikayu bersama petani, pedagang pengumpul, serta pihak pabrik tapioka PT Bumi Sari Prima dilakukan di Pematang Siantar, Sumut, tanggal 24−25 Oktober 2016. Kegiatan tersebut merupakan bagian utama dari kegiatan kerjasama penelitian “Developing value-chains linkages to improve smallholder cassava production systems in Vietnam and Indonesia” yang dilakukan oleh CIAT-UNIBRAW-ILETRI dengan sumber dana dari ACIAR Australia.

Sejumlah 12 genotipe ubikayu yang ditanam akhir Desember 2015 dan dipanen umur 10 bulan menunjukkan hasil yang memuaskan. Setelah ubi dicabut, petani dan pedagang dipersilahkan untuk menilai dan memilih dengan kriteria yang mereka miliki (kearifan lokal).

Pilihan petani dan pedagang kemudian dikuantifikasi dengan penimbangan maupun pengukuran kadar pati. Hasil yang diperoleh sama antara kriteria kualitatif yang diterapkan petani/pedagang dengan metodologi kuantitatif yang digunakan oleh lembaga penelitian. Hasil panen menunjukkan bahwa Varietas Malang 4 paling disukai petani dan pedagang, karena memiliki produktivitas tertinggi yaitu 46 kg dalam ubinan 3 m x 3 m (9 m2), atau sekitar 50 t/ha.

Kegiatan penelitian lanjutan akan segera dilakukan untuk tahun 2017 yaitu:

  1. Penelitian umur panen terhadap enam genotipe terpilih
  2. Maksimasi dua genotipe ubikayu melalui tujuh macam pemupukan, dan
  3. Konservasi 14 genotipe sebagai bahan induk/tetua guna menghasilkan biji untuk bahan seleksi. Ketiga penelitian tersebut dipersiapkan dan ditanam dari tgl 27 Oktober−2 November 2016.
Dr. Tin (dari CIAT) bersama Ir. Yudi Widodo, M.S. dan Bpk. Tomi sedang mengamati umbi yang baru dicabut (gambar kiri), umbi Varietas Malang 4 (gambar tengah), dan persiapan lahan untuk musim tanam berikut (gambar kanan).

Dr. Tin (dari CIAT) bersama Ir. Yudi Widodo, M.S. dan Bpk. Tomi sedang mengamati umbi yang baru dicabut (gambar kiri), umbi Varietas Malang 4 (gambar tengah), dan persiapan lahan untuk musim tanam berikut (gambar kanan).

YW/KN