Berita » Balitkabi dan Diperta Banyuwangi Kembangkan Kedelai Potensi Hasil Tinggi

Dalam rangka pengembangan inovasi teknologi kedelai di Kabupaten Banyuwangi, pada 5 November 2021, peneliti Balitkabi (Prof. Dr. Arief Harsono, Prof. Dr. Didik Harnowo, Dr. Gatut Wahyu Anggoro Susanto, dan Ir. Suhartina, M.S.) berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banyuwangi terkait dengan rencana kegiatan riset dan pengembangan kedelai pada musim hujan 2021/2022.

Pertemuan dilaksanakan di ruang rapat Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banyuwangi, diikuti oleh Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan (Ir. Choiri, M.P.), Kepala Seksi Tanaman Pangan (Alim, S.P., M.Si.) dan Mantri Tani (Suwarno, S.P.).

Koordinasi antara Dinas Pertanian TPH Banyuwangi dengan peneliti kedelai Balitkabi, 5 November 2021

Koordinasi antara Dinas Pertanian TPH Banyuwangi dengan peneliti kedelai Balitkabi, 5 November 2021

Penanggungjawab kegiatan riset dan pengembangan kedelai Balitkabi, Gatut W.A.S., menyampaikan rencana kegiatan pengembangan kedelai pada lahan kering di Kecamatan Purwoharjo dan Seneporejo (Banyuwangi Selatan) pada MH 2021/2022.

Pada kegiatan ini akan digunakan beberapa varietas unggul kedelai potensi hasil tinggi (>3,0 t/ha), diantaranya adalah : Dega 1 (berbiji besar, umur genjah), Denasa 1 (toleran naungan), dan Devon 1 (kandungan isoflavon tinggi). Disampaikan juga bahwa pada kegiatan ini petani akan memperoleh bantuan benih kedelai, pupuk, dan pestisida secara gratis, serta pendampingan dalam praktek budidayanya di lapangan.

Kabid Produksi Tanaman Pangan dalam pertemuan ini menyampaikan bahwa usaha tani kedelai merupakan budaya petani di sebagian wilayah Banyuwangi yang sudah turun temurun, meskipun kondisi perkedelaian di tingkat nasional maupun daerah mengalami penurunan.

Oleh karena itu, pihaknya sangat mendukung rencana kegiatan tersebut dan berterima kasih atas dipilihnya Banyuwangi sebagai lokasi kegiatan. Dinas Pertanian berharap agar kegiatan tersebut dapat meningkatkan kembali semangat petani Banyuwangi untuk berusahatani kedelai, yang dalam beberapa tahun terakhir semangat tersebut agak menurun, sehingga berdampak pada penurunan luas panen dan produksi kedelai.

Ditambahkan pula bahwa budaya menanam kedelai tersebut ditunjukkan dengan petani tetap mengusahakan kedelai di lahan sawah, diantara tanaman buah naga dan tanaman jeruk secara tumpangsari.

Dari acara koordinasi kali ini juga muncul gagasan kerjasama antara Dinas Pertanian Banyuwangi dengan Balitkabi untuk mendaftarkan dan merilis varietas kedelai lokal yang telah lama berkembang di Banyuwangi. Dua varietas lokal tersebut adalah “Martoloyo” yang berbiji kecil sesuai untuk tauge atau kecambah dan “Gedek” yang berukuran biji sedang.

Pada kesempatan tersebut, tim peneliti Balitkabi menyampaikan prosedur dan pengalamannya merilis varietas lokal menjadi varietas nasional, dan Dinas Pertanian sangat berharap agar varietas kedelai lokal Banyuwangi dapat dirilis menjadi varietas kedelai nasional. Dengan demikian, varietas lokal tersebut dapat diproduksi benihnya melalui sertifikasi.

GW/ST/DH/AH