Berita ยป Balitkabi Dinobatkan sebagai Pusat Unggulan IPTEK Aneka kacang dan Umbi

Pusat Unggulan IPTEK diarahkan untuk menguatkan lembaga litbang/pengembang teknologi baik yang ada di Perguruan Tinggi (PT), Lembaga Pemerintah Kementerian (LPK), Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK), maupun badan usaha agar mampu menghasilkan inovasi teknologi yang berbasis demand driven dalam rangka mendukung peningkatan daya saing pengguna teknologi di setiap koridor ekonomi sesuai potensi ekonomi daerah dan tema/isu strategis dalam tujuh bidang focus pembangunnan IPTEK. Penganugerahan Pusat Unggulan IPTEK (PUI) tahun 2014 dilaksanakan di Kementerian Ristek dan Dikti pada tanggal 15 Desember 2014. Pusat Unggulan IPTEK diberikan kepada lembaga riset yang mempunyai keahlian khusus komoditas/bidang masalah yang ditangani, melaksanakan penelitian dan pengembangan dari hulu hingga hilir, sehingga dapat menjadi milik masyarakat. PUI merupakan lembaga riset yang dapat menjadi rujukan untuk bidang yang di tangani, dengan kriteria kapasitas: 1) Kemampuan menyerap informasi dan teknologi dari luar, 2) Kemampuan mengembangkan kegiatan riset berbasis demand driven dan bertaraf internasional, 3) Kemampuan mendiseminasikan hasil-hasil riset berkualitas bertaraf internasional, dan 4) Kemampuan mengembangkan potensi sumberdaya lokal. Penganugerahan PUI diserahkan oleh Menteri Ristek dan Dikti kepada Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi sebagai pusat unggulan IPTEK komoditas aneka kacang dan umbi bersama lembaga riset lainnya: Pusat Penelitian Karet, Pusat Penelitian Pigment Universitas Machung, dan Pusat Penelitian Biotek Perkebunan Nusantara. Sertifikat sebagai pusat ungulan IPTEK aneka kacang dan umbi diserahkan langsung dari Menteri Ristek dan Dikti M. Nasir kepada Dr. Didik Harnowo Kepala Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi. Menteri Ristek dan Dikti M Nasir dalam sambutannya pada acara penganugerahan PUI menghimbau agar hasil riset kita bisa mengarah ke hilir dan komersialisasi, agar dana riset dapat dibiayai oleh stakeholder. Di Indonesia biaya riset sebesar 74% berasal dari negara. Dengan penelitian hilir dan komersialisasi, hasil riset diharapkan dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan negara. Pada acara penganugerahan PUI ada tiga Balai Besar dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian yang menerima anugerah PUI yang dibina untuk mendapatkan PUI pada tahun 2015 yang akan datang, diberikan kepada Balai Besar Penelitian Padi, Balai Besar Penelitian Veteriner, dan Balai Besar Pasca Panen.


Balitkabi menerima Anugerah Pusat Unggulan IPTEK 2014 untuk komoditas Aneka Kacang dan Umbi, sekaligus menerima
ucapan selamat dari Menteri Ristek dan Dikti M Nasir

DH/MW/EY