Berita » Balitkabi Dukung Konsistensi Jawa Timur Gaungkan Diversifikasi Pangan Lokal

Gambar 1. Balitkabi menjadi narasumber workshop pengembangan teknologi pangan olahan 2019 di Surabaya

Gambar 1. Balitkabi menjadi narasumber workshop pengembangan teknologi pangan olahan 2019 di Surabaya

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur terus berupaya untuk meningkatkan konsumsi pangan lokal yang Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) melalui program diversifikasi pangan untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Workshop Teknologi Pangan Olahan yang dilaksanakan di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Surabaya pada 18 Juni 2019. Workshop diikuti oleh 65 peserta dari 35 kabupaten dan kota di Jawa Timur yang terdiri dari petugas/pendamping dari Dinas Pertanian kabupaten/kota dan pelaku usaha makanan atau kelompok wanita tani. Dua peneliti Balitkabi Ir. Erliana Ginting, M.Sc dan Rahmi Yulifianti, S.TP diundang sebagai narasumber dalam workshop tersebut.

Ketua Pelaksana, Pudjiati Ningsih, S.P., MMA selaku Kasi Konsumsi dan Keamanan Pangan berharap workshop ini dapat membuka wawasan peserta mengenai beragam produk olahan berbahan baku pangan lokal yang berdaya saing tinggi dan sekaligus merangsang peserta untuk berkreasi dalam rangka lomba cipta menu pada Hari Pangan Sedunia 2019 tingkat Provinsi Jawa Timur dengan tema lunch box berbasis makanan non-beras dan non-terigu. Pada kegiatan tersebut, masing-masing kabupaten/kota juga diwajibkan mengikuti pameran produk pangan lokal dengan penampilan dan kemasan yang menarik. Ir. Hadi Sulistyo, Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur yang membuka kegiatan workshop ini menambahkan pentingnya meningkatkan kembali konsumsi aneka umbi dan serealia lain sebagai pengganti nasi dan mie berbahan baku terigu serta makanan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi keluarga. “Kita fokus pada kegiatan di hilir untuk mensosialisasikan konsumsi pangan lokal bagi rumah tangga dan mendukung pelaku usaha melalui UKM untuk memproduksi beragam olahannya”, tegas Sulistyo.

Gambar 2. Ir. Erliana Ginting, M.Sc dan Rahmi Yulifianti, S.TP sebagai narasumber workshop

Gambar 2. Ir. Erliana Ginting, M.Sc dan Rahmi Yulifianti, S.TP sebagai narasumber workshop

Ir. Erliana Ginting, M.Sc memberi pemaparan mengenai ‘ Pangan Olahan Berbasis Aneka Umbi Mendukung Diversifikasi Pangan’, sedangkan Rahmi Yulifianti, S.TP menjelaskan beberapa produk olahan dari ubi kayu, ubi jalar, garut, ganyong lengkap dengan contoh label dan kemasannya yang beragam dan menarik. Peserta tampak serius dan semangat mengamati serta mencicipi produk-produk tersebut. Materi yang tidak kalah menarik disampaikan oleh narasumber dari BPTP Jawa Timur, Ir. S.S. Antarlina, MS mengenai Teknologi dan Produk Olahan Aneka Serealia, terutama berbahan baku sorgum dan jagung. Ir. Indyah Sari dari UPT Makanan dan Minuman (Mamin), Disperindag Jawa Timur menjelaskan aneka desain dan bentuk kemasan untuk memperpanjang daya simpan produk, menjaga keamanan sekaligus menambah nilai jual produknya. Persyaratan informasi yang perlu dicantumkan pada label kemasan dan teknik sederhana pengemasan juga dipraktekkan pada kesempatan tersebut.

Respons peserta sangat baik dan antusias bertanya mengenai peralatan, bahan baku, proses pengolahan dan juga berbagi pengalaman serta kesulitan dalam memproduksi pangan olahan. Balitkabi juga mendapat permintaan dari peserta untuk menjadi narasumber sekaligus memberi pelatihan di beberapa kabupaten/kota, di antaranya Malang, Pamekasan, Sampang dan kerjasama dalam membentuk tenant atau inkubator bisnis dengan UKM binaan Kabupaten Malang terutama olahan berbasis tepung ubi kayu, seperti tiwul instan dan kue kering. Semoga jumlah inkubator bisnis Balitkabi dapat bertambah setelah Mbak Wulan (Malang) untuk cake tape ubi kayu dan Ibu Detin, Ciamis untuk jus dan es krim ubi jalar, terutama untuk hilirisasi/komersialisasi produk olahan yang telah mendapat sertifikat paten.

 Gambar 3. Suasana Workshop Teknologi Pangan Olahan

Gambar 3. Suasana Workshop Teknologi Pangan Olahan

EG/RY