Berita » Balitkabi Dukung Sampang Kembangkan Olahan Aneka Umbi Sebagai Komoditas Agropolitan

Kabupaten Sampang dengan jargonnya “Sampang hebat bermartabat” mengembangkan kawasan agropolitan untuk mengembangkan komoditas unggulan di masing-masing kecamatan. Komoditas aneka umbi, berupa talas atau bentul, ubi kayu, kimpul atau mbote dan ubi jalar tersedia di wilayah ini.

berita-18_7_19sampangagropolitan-d

Sebagian telah diolah, namun masih terbatas pada produk keripik, terutama dari bahan baku ubi kayu dan talas. Oleh karena itu, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang mengundang Balitkabi untuk menjadi narasumber dalam kegiatan “Sosialisasi dan Pelatihan Agribisnis Peningkatan Konsumsi Pangan” yang diselenggarakan pada 17-18 Juli 2019 di dua lokasi, yakni Desa Karanganyar, Kecamatan Tambelangan dan Desa Nepa, Kecamatan Banyuates.

Foto 1 (Kiri). Peserta Pelatihan Olahan Aneka Umbi. (Kanan) Presentasi oleh Ir. Joko. S. Utomo, M.P., Ph.D. di Desa Karanganyar, Kecamatan Tembalangan, Kab. Sampang.

Gambar 1. (Kiri) Peserta Pelatihan Olahan Aneka Umbi. (Kanan) Presentasi oleh Ir. Joko. S. Utomo, M.P., Ph.D. di Desa Karanganyar, Kecamatan Tembalangan, Kab. Sampang.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 60 orang peserta dari tiga kecamatan (Tambelangan, Ketapang, dan Banyuates) yang sebagian besar merupakan anggota kelompok tani (KWT), anggota PKK, pengrajin makanan, dan PPL pendamping. Kepala Dinas Ketahanan Kabupaten Sampang hadir dalam kesempatan ini dan turut mendampingi peserta saat melakukan praktek olahan di Desa Karanganyar.

Kepala Bidang Ketahanan dan Ketersediaan Pangan, Slamet, SP, MMA mengharapkan konsumsi pangan tidak tergantung hanya pada beras dan terigu, tetapi yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) berbasis  pangan lokal yang tersedia di daerah masing-masing, terutama aneka umbi. “Namun jangan berhenti pada konsumsi saja, tetapi juga bisa dijadikan usaha untuk menambah penghasilan keluarga, sekaligus mendukung program agropolitan yang tengah digalakkan oleh Bupati Kabupaten Sampang”, tambah Slamet. Hasil usaha ini nantinya dapat dipromosikan melalui pameran, pasar rakyat dan even-even lainnya.

Gambar 2. (Kiri) Presentasi oleh Ir. Erliana Ginting, M.Sc. (Kanan) Penjelasan display produk oleh Rahmi Yulifianti, S.T.P.

Gambar 2. (Kiri) Presentasi oleh Ir. Erliana Ginting, M.Sc. (Kanan) Penjelasan display produk oleh Rahmi Yulifianti, S.T.P.

Berbagai jenis olahan yang menggunakan bahan baku ubi kayu, ubi jalar, dan umbi potensial disampaikan oleh peneliti Balitkabi Ir. Joko Susilo Utomo, MP, Ph.D. dan Ir. Erliana Ginting, M.Sc. secara bergantian di dua lokasi tersebut. “Saat ini kita makan tidak hanya dengan mulut, tetapi dengan mata, artinya bentuk dan penampilan produk olahan berbasis aneka umbi harus menarik untuk dapat bersaing di pasaran”, tegas Joko Susilo.

“Kemasan perlu disesuaikan dengan jenis produk yang dikemas, termasuk desain dan warna label yang atraktif serta nomor PIRT untuk ijin edarnya”, tambah Erliana Ginting. Selama ini produk keripik yang telah diproduksi di daerah ini masih sederhana, baik kemasan maupun labelnya, sehingga Dinas disarankan untuk berkolaborasi dengan UPT Makanan Minuman Disperindag Jawa Timur dalam memproduksi kemasan produk-produk unggulan Kabupaten Sampang.

Peserta antusias mencicipi beberapa produk kue kering dari tepung ubi kayu, ubi jalar, pati ganyong dan garut serta casava stik, DC Cress, sweet potato stik dari ubi kayu, ubi jalar dan kimpul (mbote) yang disajikan pada kegiatan tersebut. Kegiatan praktek membuat brownies dan cassava blanca dari ubi kayu, onde-onde, es krim dan stik dari ubi jalar ungu, dawet dari pati ganyong dan mie dari pasta mboteyang dipandu oleh Rahmi Yulifianti, S.T.P. dan Lina Kusumawati, S.Si. membuat peserta bersemangat mengikuti pelatihan karena sebagian besar belum pernah mengikuti pelatihan seperti ini.

Gambar 3. (Kiri) Praktek membuat mie dari pasta mbote. (Kanan) Peserta pelatihan di Desa Nepa, Kecamatan Banyuates.

Gambar 3. (Kiri) Praktek membuat mie dari pasta mbote. (Kanan) Peserta pelatihan di Desa Nepa, Kecamatan Banyuates.

Tahun depan kegiatan serupa juga diagendakan oleh Dinas Ketahanan Pangan. Balitkabi menyarankan untuk kegiatan yang cakupannya lebih luas dan dilaksanakan di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dengan melibatkan instansi terkait, termasuk pokja III PKK Kabupaten. Dinas Ketahanan Pangan juga bermaksud membuat MoU dengan Balitkabi untuk mendukung kegiatan yang berkaitan dengan pangan olahan dan penyediaan bahan bakunya dalam mendukung pengembangan agropolitan dan ketahanan pangan di Kabupaten Sampang.

EG/RY/JSU