Berita » Balitkabi Dukung Sumenep Kembangkan Pangan Lokal Berbasis Aneka Umbi

Peserta Workshop Teknologi Pangan Olahan dalam Pengembangan Penganekaragaman Pangan 2020 di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Sumenep

Peserta Workshop Teknologi Pangan Olahan dalam Pengembangan Penganekaragaman Pangan 2020 di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Sumenep

Pemerintah Kabupaten Sumenep memiliki jargon “Sumenep Super Mantap” dalam membangun daerahnya yang terletak di ujung timur pulau Madura. Terkait sumberdaya lokal, pemanfaatan potensi aneka umbi yang terdapat di daerah ini belum optimal sehingga berpeluang untuk dikembangkan. Sejauh ini baru ubi kayu yang diolah menjadi keripik, rengginang dan makanan khas mirip serbuk ubi kayu (sangkok) dari Pulau Sapeken. Sementara komoditas aneka umbi lainnya, berupa talas atau bentul, kimpul atau mbote dan ubi jalar masih terbatas jenis olahannya. Oleh karena itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Sumenep mengundang Balitkabi sebagai narasumber pada kegiatan “Workshop Teknologi Pangan Olahan dalam Pengembangan Penganekaragaman Pangan 2020 yang diselenggarakan tanggal 28 Nopember 2019 di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Sumenep.

Kegiatan pelatihan diikuti oleh sekitar 30 orang anggota dan pengurus PKK yang mewakili Pokja III Kabupaten dan 21 kecamatan se Kabupaten Sumenep. Kepala Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Diversifikasi Pangan, Ir. Kurratul Aini, M.Si, mengharapkan peserta dapat bertambah wawasan, pengetahuan, dan ketrampilannya dalam mengolah makanan berbasis aneka umbi, utamanya di lingkungan keluarga sendiri agar dapat menyajikan makanan yang bermutu, bergizi serta diminati anak-anak. “Selanjutnya disosialisasikan di tingkat PKK desa dan RW/RT agar lebih banyak kreasi dan inovasi yang dihasilkan sehingga pangan lokal dapat dapat berkembang dan sekaligus bermanfaat bagi kesehatan”, lanjut Kurratul.

Sebelumnya pada bulan Januari 2019 yang lalu, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Sumenep juga telah mengirim sekitar 25 peserta (generasi muda pengolah makanan dan PPL) ke Balitkabi untuk mengikuti bimbingan teknis olahan pangan aneka umbi dan merupakan calon penerima bantuan peralatan pengolahan, diantaranya mesin penepung, blender, mixer, dan alat pencetak mie manual. Hal ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Daerah Sumenep dalam mengembangkan usaha pengolahan pangan lokal.

Peneliti Pascapanen Balitkabi, Ir. Erliana Ginting, M.Sc memaparkan teknologi pengolahan berbagai jenis makanan yang berasal dari ubi kayu, ubi jalar, dan umbi potensial (garut, ganyong, kimpul, talas, suweg, gembili, uwi, dan gadung). Demikian pula dengan ketersediaan varietas unggul dan kesesuaiannya untuk produk tertentu. “Penampilan, bentuk dan citarasa merupakan kunci penting dalam diversifikasi pangan aneka umbi agar dapat diterima masyarakat dan dapat bersaing dengan produk yang berasal dari terigu, termasuk desain kemasan dan ijin edarnya di pasaran”, tambah Ginting. Selama ini produk keripik yang dipasarkan masih sederhana, baik kemasan maupun labelnya, sehingga disarankan untuk berkonsultasi dengan UPT Makanan, Minuman dan Kemasan (Mamin) Disperindag Jawa Timur dalam memproduksi kemasan produk-produk unggulan Kabupaten Sumenep ke depan.

Pada kesempatan tersebut disajikan beberapa produk kue dan snack kering dari tepung ubi kayu, tepung dan pasta ubi jalar, pati ganyong dan garut, dan pasta kimpul. Kepada peserta juga dibagikan leaflet berisi resep olahan aneka umbi. Pada sesi praktik, Rahmi Yulifianti, S.TP. dan Lina Kusumawati, S.Si. memandu peserta dengan kocak dan semangat untuk mengolah brownies dan cassava blanca dari ubi kayu, onde-onde dan kue mangkok dari ubi jalar ungu, dawet dari pati ganyong, bitter ballen (kroket) dan mie dari pasta kimpul/mbote. Peserta antusias mengikuti kegiatan ini karena teknik dan alat yang digunakan cukup sederhana dan bahan-bahannya tersedia. Mereka berjanji akan mempraktikkan ulang di desanya masing-masing dan Balitkabi terbuka untuk memberikan saran/konsultasi apabila hasil yang diharapkan belum memadai.

Seiring dengan rencana pengembangan pariwisata di wilayah ini yang memiliki pantai dan pulau-pulau kecil yang indah serta peninggalan sejarah, peluang untuk pemasaran olahan pangan tersebut terbuka lebar. Masukan agar bersinergi dengan pengusaha hotel di Sumenep untuk membuka gerai produk unggulan daerah, termasuk olahan pangan lokal disambut baik oleh Ir. Bambang Heriyanto, M.Si, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Sumenep. Adanya toko oleh-oleh juga telah direncanakan, namun masih diperlukan pendampingan untuk ragam dan kemasan produk yang menarik serta promosi untuk meningkatkan minat masyarakat mengkonsumsi olahan pangan lokal.

Presentasi oleh Ir. Erliana Ginting, M.Sc (kiri) dan Penjelasan display produk oleh Rahmi Yulifianti, STP (kanan)

Presentasi oleh Ir. Erliana Ginting, M.Sc (kiri) dan Penjelasan display produk oleh Rahmi Yulifianti, STP (kanan)

Peserta mencicipi produk hasil praktek bersama (kiri) dan foto bersama Kepala Dinas Ketahanan  Pangan dan Peternakan Kabupaten Sumenep  (Kanan)

Peserta mencicipi produk hasil praktek bersama (kiri) dan foto bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Sumenep (Kanan)

EG/RY