Berita » Balitkabi Gelar Bimtek untuk Petani Milenial di HPS ke 39 Konawe Selatan

spot

Pada H-2 acara puncak Hari Pangan Sedunia (HPS) KE 39, tepatnya Kamis, 31 Oktober 2019 Balitkabi mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk petani milineal di Desa Puudambu, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan. Bimtek mengambil lokasi di area Gelar teknologi (Geltek) HPS denagan ketinggian tempat 150 m dpl di lahan perkebunan kakao rakyat dengan materi olahan ubi jalar ungu bagi petani milineal wanita, dan bimtek teknologi budi daya tanaman aneka kacang dan umbi (akabi) bagi petani milineal pria.

Bimtek ini merupakan rangkaian acara HPS ke 39 yang akan berlangsung pada tanggal 2-5 November 2019. Mewakili Kepala Puslitbang Tanaman Pangan, Dr. Agus W. Anggara (Kabid. KSPHP Puslitbang Tanaman Pangan) memberikan sambutan dan membuka acara Bimtek. Agus menyampaikan tanaman pangan ternyata dapat tumbuh dengan sangat baik di antara tanaman kakao dengan sentuhan teknologi budi daya yang digagas oleh para Peneliti dari Balitbangtan. “Tanaman pangan tersebut dapat memberikan nilai tambah ketika diolah lebih lanjut menjadi bahan pangan yang siap saji dan siap jual”, lanjut Agus.

Bimtek olahan ubi jalar ungu

Bimtek olahan ubi jalar ungu yang dihadiri sekitar 40 orang peserta dari PKK Kecamatan Angata dikoordinir langsung oleh ibu Camat Kecamatan Angata, perwakilan Penyuluh dari BPP se Kecamatan Angata, dan dari masyarakat sekitar lokasi pertanaman Gelar Teknologi. Pengenalan ubi jalar ungu, manfaatnya bagi kesehatan, dan aneka olahannya disampaikan oleh Peneliti Pascapanen Balitkabi, Rahmi Yulifianti, S.Tp., dilanjutkan praktek olahan ubi jalar ungu dengan instruktur Lina Kusumawati, S.Si.

Bimtek diawali dengan kesiapan mereka yang akan menyajikan produk olahan brownis dan onde-onde ubi jalar pada acara puncak HPS pada tanggal 2 November 2019 nanti. Freezer, blender, mixer, dan beberapa peralatan olahan lainnya diberikan secara simbolis oleh Dr. Agus W. Anggara kepada peserta Bimtek. Agus berharap dengan alat-alat tersebut setelah acara puncak HPS berakhir, para petani milineal yang ada di Kecamatan Angata dapat melanjutkan hasil Bimtek baik budi daya maupun olahan menjadi salah satu kegiatan yang dapat memberikan nilai tambah bagi komoditas tanaman pangan sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang selama ini masih fokus pada tanaman kakao. Di akhir acara, peserta dari PKK kecamatan Angata menyatakan kesiapan untuk melanjutkan hasil Bimtek tersebut.

Suasana Bimtek Olahan Pangan dari Ubi jalar ungu di area HPS ke 39

Suasana Bimtek Olahan Pangan dari Ubi jalar ungu di area HPS ke 39

Foto bersama peserta Bintek bersama Kabid KSPHP. Dr. Agus W. Anggara

Foto bersama peserta Bintek bersama Kabid KSPHP. Dr. Agus W. Anggara

Bimtek Budi Daya Tanaman Aneka Kacang dan Umbi

Di area HPS ini, Balitkabi menampilkan gelar teknologi budi daya tanaman aneka kacang dan umbi pada lahan perkebunan kakao yang diremajakan. Penanaman tanaman akabi di antara tanaman kakao merupakan hal baru bagi Balitkabi maupun petani di Konawe. Dengan berbekal pengetahuan, pengalaman dan inovasi yang dimiliki Balitkabi terbukti tanaman akabi berpeluang dibudidayakan pada lahan tersebut seperti kedelai, kacang tanah, kacang hijau, dan kacang tunggak. Sedangkan untuk budi daya ubi jalar di antara tanaman kakao kurang berpeluang, karena tidak dapat dilakukan pembumbunan sehingga hasil umbinya kurang optimal. Namun demikian jika diusahakan secara monokultur ubi jalar berpotensi menghasilkan umbi secara optimal.

Semua tanaman akabi yang ditanam area geltek tumbuh dengan baik, bahkan beberapa komoditas telah dipanen dan dibijikan untuk mengetahui potensi hasilnya. Untuk memberikan tambahan pengetahuan maupun ketrampilan bercocok tanam aneka kacang dan umbi, telah dilakukan bimbingan teknis budi daya tanaman akabi pada 31 Oktober 2019. Kegiatan Bimtek budi daya tanaman diikuti oleh 22 orang PPL yang berasal dari perwakilan Penyuluh dari BPP se Kecamatan Angata, dan beberapa orang masyarakat sekitar lokasi pertanaman Gelar Teknologi.

Komandan Bimtek budi daya tanaman aneka kacang dan umbi yaitu Ir. Abdullah Taufiq, M.P. sekaligus narasumber budi daya Turiman Pagole, dibantu oleh Dr. Rudi Iswanto (Narasumber kacang hijau), Ir. Suhartina, M.P. (Narasumber kedelai), Joko Restuono,S.P. (Narasumber ubi jalar), Moh. Arum, S.P., M.P (Narasumber kacang tanah) dan Purwono (Pemandu Lapang Geltek tanaman akabi) dengan semangat dan sabar memberikan informasi, petunjuk juga solusi terhadap permasalahan yang ditanyakan oleh peserta Bimtek.

Antusiasme masyarakat terhadap inovasi pertanaman yang ditampilkan sangat besar. Dari sekian banyak peserta Bimtek pada umumnya mereka sangat senang dan puas dengan informasi dan solusi yang diberikan oleh pemandu lapang dari Balitkabi. Selain itu ada beberapa petani/PPL yang sangat berminat untuk mendapatkan benih kacang hijau dan kedelai hasil pertanaman area demplot untuk dikembangkan di lahan milik mereka. Oleh pemandu lapang Balitkabi, diinformasikan jika hasil panen dari demplot akan diserahkan ke BPTP Kendari untuk dikembangkan lebih lanjut di daerah Konawe Selatan.

Dengan kegiatan gelar teknologi seperti ini, diakui oleh petani dan masyarakat Konawe Selatan mereka mendapatkan banyak tambahan informasi perkembangan teknologi budi daya dan varietas unggul baru tanaman akabi. Bahkan salah satu PPL, Syahrudin sangat antusias terhadap acara tersebut. Pak Syahrudin mengatakan sangat senang karena ada harapan baru bagi nilai tambah lahannya yang semula hanya ditanami kakao saja, sekarang terbuka peluang untuk menanam varietas unggul kedelai dan kacang hijau di antara pohon kakao.

Ir. Abdullah Taufiq, MP dan Ir. Suhartina, M.P  sedang menjelaskan budi daya Turiman Pagole (tumpangsari tanaman padi gogo kedelai dan VUB kedelai (kiri) dan Dr. Rudi Iswanto narasumber budi daya kacang hijau (kanan)

Ir. Abdullah Taufiq, MP dan Ir. Suhartina, M.P sedang menjelaskan budi daya Turiman Pagole (tumpangsari tanaman padi gogo kedelai dan VUB kedelai (kiri) dan Dr. Rudi Iswanto narasumber budi daya kacang hijau (kanan)

 

Joko Restuono, SP. menjelaskan budi daya ubi jalar (Kiri) dan Moch. Arum, S.P., M.P menjelaskan budidaya kacang tanah (kanan)

Joko Restuono, SP. menjelaskan budi daya ubi jalar (Kiri) dan Moch. Arum, S.P., M.P menjelaskan budidaya kacang tanah (kanan)

 

JR/SHT