Berita ยป Balitkabi Ikut Rumuskan Persyaratan Teknis Minimal Bantuan Benih Porang

Tim Teknis Porang di Kabupaten Madiun

Tim Teknis Porang di Kabupaten Madiun

Masih tentang porang, komoditas yang saat ini sangat menggiurkan petani karena memiliki nilai ekonomis tinggi. Untuk itu Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan (Direktorat Aneka Kacang dan Umbi) berencana memberikan bantuan pupuk organik padat, pupuk hayati cair dan benih tanaman porang kepada petani porang. Jumlah bantuan pupuk organik padat dan pupuk hayati cair direncanakan sebanyak 20 ribu ton dan 40 ribu liter sedangkan bantuan bibit untuk seluas 20 ha (10 ha di Jawa Timur dan 10 ha di Sulawesi Selatan).

Guna menjaga agar kualitas produk yang diberikan kepada petani memenuhi standar minimal dan layak dimanfaatkan, Direktorat Akabi membentuk tim teknis untuk merumuskan persyaratan teknis minimal (PTM) pengadaan barang tersebut. Tim Teknis terdiri dari Direktorat Akabi, Direktorat Sarana dan Prasarana, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan), BB Biogen, Balai Penelitian Tanah, Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), dan BPSB Provinsi Jawa Timur. Tim teknis melakukan pertemuan perdana pada tanggal 18 Februari 2020 di Kantor Direktorat Akabi Pasar Minggu, Jakarta Selatan dan dilanjutkan kunjungan lapang ke Kabupaten Madiun pada tanggal 20 dan 22 Februari 2020.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kab. Madiun Sodik Hery Purnomo, S.Si menerima kunjungan tim teknis porang

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kab. Madiun Sodik Hery Purnomo, S.Si menerima kunjungan tim teknis porang

Hasil rumusan PTM menyimpulkan bahwa persyaratan untuk pupuk organik padat maupun pupuk hayati cair mengacu kepada Keputusan Menteri Pertanian no. 261 tahun 2019 tentang standar pupuk organik dan pupuk hayati. Aturan tersebut sudah memberikan batasan yang cukup jelas tentang kualitas yang harus dimiliki oleh produk pupuk organik maupun pupuk hayati. Jika standar tersebut dapat dipenuhi oleh pemenang tender maka pemerintah dan petani akan sama-sama diuntungkan dan negara tidak dirugikan.

Beberapa standar yang harus dipenuhi antara lain bahwa pupuk organik padat kandungan C organik minimum 15%, nisbah C/N < 25, Hara makro N, P, K minimum 2%, mengandung mikroba fungsional minimal 1 x 105 cfu/g, dan minimal logam berat. Untuk pupuk hayati cair harus mengandung bakteri 1 x 107 cfu/ml, aktinomiset 1 x 104 cfu/ml, dan jamur 1 x 104 cfu/ml, dan memiliki uji fungsional positif sesuai fungsi yang diklaim.

Untuk membentuk PTM benih porang tim teknis mendapat kesulitan karena belum ada aturan baku tentang standar benih porang. Tim teknis kemudian bersepakat untuk melakukan survey lapang, bertemu dengan petani untuk mendapatkan informasi tentang kualitas benih porang yang bagus untuk ditanam. Tim kemudian berkunjung ke Dinas Pertanian dan Perikanan Kab. Madiun, ditemui oleh Sodik Hery Purnomo, S.Si dan disarankan untuk bertemu langsung dengan petani sebagai calon penerima yang sudah berpengalaman dalam bertanam porang.

Bersama Kepala Bidang Tanaman Pangan Akabi Dinas Pertanian Madiun, Sumanto S.P., M.M.A serta dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur dipimpin oleh Kusworo, M. Agr., Direktorat Aneka Kacang dan Umbi Ir. Cornelia, Inna Dwi Hidayah, STP, M.Si dan Aryati, Balittanah Heri Wibowo, S.T., M.S., Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) Drs. Lukman Hakim, serta Balitkabi diwakili oleh Sutrisno, S.P. berkunjung ke petani porang di Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun untuk menentukan standar minimal kualitas benih porang. Hasil kesepakatan dengan petani menyebutkan bahwa kualitas benih porang yang berasal dari umbi agar dapat tumbuh baik minimal memiliki diameter 3 cm. Apabila berasal dari bulbil, diameter bulbil minimal adalah 1,5 cm dengan bobot minimal 4 gram. Persyaratan untuk benih dalam polybag, tinggi tanaman minimal 20 cm, memiliki tiga tangkai daun dengan jumlah daun antara 3-6 helai dan tanaman dapat tegak sempurna. Semua benih porang dari ketiga sumber tersebut harus sehat secara visual dan tidak terserang penyakit serta bernas untuk bulbil maupun umbi.

Kegiatan pengamatan di hutan porang Klagon, Kab. Madiun

Kegiatan pengamatan di hutan porang Klagon, Kab. Madiun

SUT