Berita » Balitkabi Ikuti Forum Temu Bisnis Pelaku Usaha Mikro di Malang

Forum Temu Bisnis yang merupakan rangkaian acara Malang City Expo 2019 diselenggarakan tanggal 18 Juli 2019 dan dimotori oleh Dinas Koperasi Kota Malang. Acara diikuti oleh perwakilan UMKM sekota Malang dan dibuka oleh Wakil Wali Kota Malang Drs. Sofyan Edy Jarwoko. Balitkabi turut hadir dalam acara ini yang diwakili oleh Ir. Fachrur Rozi, M.S. dan Dr. Kartika Noerwijati.

Gambar 1. Tiga narasumber Temu Bisnis bersama Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Malang Tri Widyani dan Wakil Wali Kota Malang Drs. Sofyan Edy Jarwoko.

Gambar 1. Tiga narasumber Temu Bisnis bersama Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Malang Tri Widyani dan Wakil Wali Kota Malang Drs. Sofyan Edy Jarwoko.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka membangun kota Malang yang bermartabat untuk mewujudkan “Malang Smart City” di era industri 4.0. Dalam sambutannya, Sofyan menyatakan bahwa koneksitas dan sinergisme dibutuhkan dalam membangun bisnis di kota Malang. Hal tersebut memerlukan penguatan kerjasama dan kolaborasi UMKM serta melibatkan akademisi untuk riset pasar. Kota Malang memiliki potensi pendidikan yang sangat luar biasa dan merupakan pasar potensial karena menjadi acuan pendidikan oleh masyarakat. “Saat ini untuk memperbesar peluang bukan lagi persaingan yang diperlukan, namun kolaborasi,” kata Soyfan lebih lanjut.

Gambar 2. Suasana Forum Temu Bisnis Pelaku Usaha Mikro Kota Malang.

Gambar 2. Suasana Forum Temu Bisnis Pelaku Usaha Mikro Kota Malang.

Narasumber yang dihadirkan dalam acara temu bisnis adalah Bapak Doni (salah satu pemilik Malang Strudel), Mr. Isaac Grace (Counselor of Fiji Embassy), dan Amirul Azman Ahmad (Trade Commisioner of Malaysia Embassy).

Paparan yang menarik disampaikan oleh Mr. Isaac yang menyampaikan peluang bisnis di Republik Fiji. Negara yang terletak di perairan Atlantik dekat Papua New Guinea dan Australia ini berpenduduk 905.000 orang. Penduduk Fiji ternyata sangat menyukai produk olahan berbasis aneka umbi.

Peluang usaha di Fiji yang terkait aspek pertanian dan makanan kata Isaac adalah dari bahan baku aneka ubi seperti ubi kayu, ubi jalar, dan talas, baik untuk makanan ringan maupun keripik. Ini adalah peluang bagi Balitkabi untuk mendiseminasikan inotek Akabi ke Fiji.

“Saya sangat tertarik melakukan kerjasama dengan Balitkabi terkait pengembangan aneka umbi terutama aspek prosesing karena olahan berbasis aneka umbi di Fiji masih sangat sederhana,” kata Isaac.

Isaac berjanji akan berkunjung ke Balitkabi awal bulan Agustus 2019. Fiji juga menawarkan kemudahan dalam kebijakan dan regulasi serta bebas pajak untuk ekspor ke Fiji.

FR/KN