Berita » Balitkabi ikuti Workshop Manajemen OJS oleh Balitbang Jatim

ojs

Sambutan pembukaan oleh Kepala Balitbang Jatim

Dalam rangka peningkatan kualitas dan kuantitas jurnal nasional terakreditasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur melalui Bidang Pengembangan Hasil Penelitian dan Teknologi Terapan mengadakan workshop Manajemen  Open Journal System (OJS) pada tanggal 25-26 Juni 2019 bertempat di Surabaya. Workshop dihadiri oleh pengelola jurnal dari Balitbangda dan Bappelitbangda/Bappeda Kabupaten dan Kota lingkup Jatim, LPPM Perguruan Tinggi di Jatim, Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian di Jatim, serta pejabat struktural dan peneliti di lingkup Balitbang Jatim. Balitkabi diwakili oleh Dian Adi Anggraeni Elisabeth,S.T.P, M. Agr.Sc mengikuti workshop tersebut.
Materi yang disampaikan pada workshop meliputi: (1) Pengelolaan dan Akreditasi Jurnal Nasional berdasarkan Permenristekdikti Nomor 9 Tahun 2018 yang disampaikan oleh Dr. Lukman, Kasubdit Fasilitasi Jurnal Ilmiah Kemenristek Dikti, (2) Sharing pengalaman pengelolaan Jurnal Kemendagri oleh Moh. Ilham A. Hamudy, M.SocSc, Ketua Dewan Redaksi Jurnal Bina Praja BPP Kemendagri, (3) Pemanfaatan dan peran Jurnal Online (OJS) dalam mendukung jabatan fungsional peneliti oleh Prof. Dr. Achmadi Susilo dari Universiats Wijaya Kusuma Surabaya, dan (4) Submit artikel online dan penelusuran literatur Mendeley oleh Umar Kasan, S.Ag dari Univesitas Trunojoyo Madura.
“Workshop ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada pengelola jurnal dalam menjalankan jurnal online menggunakan sistem OJS dan mempersiapkan akreditasi jurnal karena dengan OJS, pengelola dapat lebih mudah mengembangkan kerjasama dengan pihak luar, memudahkan akses pembaca, penulis, dan reviewer, memperluas jangkauan jurnal, serta menekan biaya penerbitan jurnal,” demikian disampaikan oleh Dr. Ardo Sahak, SE, MM, Kepala Balitbang Jatim dalam sambutannya sebelum membuka workshop.
Saat ini , kebutuhan jurnal nasional terakreditasi mencapai sekitar 8.500. Namun data per April 2019 menunjukkan bahwa dari sekitar 60.000 jurnal yang terdaftar ISSN, baru sekitar 36.000 yang dikelola secara elektronik (e-jurnal) dan baru 2.600-an jurnal yang aktif dan memperoleh status akreditasi Science and Technology Index (Sinta) Kemenristekdikti. Sebaran jurnal nasional terakreditasi juga belum merata, masih terkonsentrasi di Pulau Jawa dan Sumatera. Mayoritas jurnal terakreditasi tersebut terindeks Directory Open Access Journal (DOAJ), dan baru sebagian kecil telah terindeks di Asian Citation Index (ACI), Emerging Sources Citation Index (ESCI) Thompson Reuters, dan Scopus. Oleh karena itu, dalam rangka pemenuhan target jurnal nasional terakreditasi pada 2019 ini, Kemenristekdikti melakukan beberapa upaya diantaranya intervensi pada perguruan-perguruan tinggi melalui kontrak Kinerja Menteri-Rektor serta kerjasama dengan asosiasi pengelola jurnal, disamping menerima pengajuan akreditasi secara reguler. “Kemenristekdikti juga telah menyediakan sarana prasarananya, seperti cloud OJS gratis, akses database e-jurnal berlangganan, pendampingan untuk akreditasi dan internasionalisasi jurnal, termasuk hibah/insentif bagi pengelola jurnal. Oleh karena itu, silakan para pengelola jurnal memanfaatkannya,” ujar Dr. Lukman dari Kemenristekdikti.

 

DAAE