Berita » Balitkabi Jajaki Kerjasama dengan PT Hobson

Untuk meningkatkan kinerja dan percepatan pengembangan hasil penelitian, berbagai peluang kerjasama terus digalang dan digali oleh Balitkabi. Untuk tujuan tersebut, empat peneliti Balitkabi berkunjung ke PT Hobson Interbuana Indonesia di Cianjur, pada 18 Januari 2012. Kunjungan empat peneliti Balitkabi: Prof. Dr. Marwoto, Dr. Suharsono, Dr. A.A. Rahmianna, dan Dr. Yusmani Prayogo bertujuan memperkenalkan ”Biolec”, insektisida biologis berbahan aktif Lecanicium lecanii yang merupakan inovasi Balitkabi. Biolec ditawarkan untuk diproduksi secara massal kepada PT Hobson. PT Hobson merupakan perusahaan nasional produsen zat pengatur tumbuh, pupuk hayati Rhizo Plus, dan Rhizo Nut Plus. Produk zat pengatur tumbuh Booster Hosanol 5 EC telah banyak dipakai untuk budidaya padi, luas dimanfaatkan untuk perkebunan teh di Jawa Barat. Rhizoplus, berbahan aktif Rhizobium, berperan membantu pembentukan bintil akar pada tanaman kedelai yang mampu mengikat Nitrogen dari udara bebas untuk kebutuhan tanaman kedelai. Produk ini telah banyak digunakan untuk budidaya kedelai di Indonesia. Pengembangan Rhizoplus merupakan hasil alih teknologi Badan Litbang Pertanian lewat UPT Balitbiogen.

  Tim peneliti Balitkabi diterima oleh Bapak Hasan, Direktur Utama PT Hobson, Ir. Yari (pemilik perusahaan), dan Bapak Hari (staf teknis) PT Hobson. Pak Hasan menyampaikan terima kasih dan beliau berharap, nantinya, Biolec dapat diproduksi oleh PT Hobson, sebagaimana Rhizoplus. Dr Yusmani dalam paparannya menjelaskan bahwa Biolec efektif mengen­dalikan hama utama kedelai yakni ulat pemakan daun (Spodoptera litura dan Helicoverpa armigera), kutu kebul (Bemisia tabaci), dan pengisap polong (Riptortus linearis), bahkan dapat menghambat perkembangan spora penyakit karat daun tanaman kedelai. Cara kerja Biolec adalah menyerang stadia telur hama sehingga telur tidak dapat menetas dan tidak menjadi hama bagi tanaman. Keunggulan lain Biolec adalah tidak menimbulkan resistensi bagi hama, aman terhadap lingkungan, tidak seperti terjadi pada pestisida bahan kimia sintetis, yang sangat cepat menimbulkan resistensi, resurgensi, dan mencemari lingkungan. PT Hobson sangat tertarik pada keefektifan Biolec. PT Hopson memberikan saran agar kepadatan spora Biolec ditingkatkan. Gambar: Tim peneliti Balitkabi di kompleks PT Hobson (atas) dan Dr Yusmani memaparkan prospek pengembangan bioinsektisida Biolec (bawah).   Prof Marwoto / Win