Berita » Balitkabi Jamu Petani Peserta Penas XIII

up-1

Laporan dari Penas XIII, Kutai Kartanegara Tak hanya Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) peserta Pekan Nasional (Penas) XIII yang berjubel, namun juga pendamping peserta Penas, bahkan Aparat Keamanan dari Polri dan TNI pun antri dan berpacu untuk mendapatkan aneka layanan inovasi aneka tanaman kacang dan umbi yang disediakan dari gubuk Balitkabi. Ini terjadi setelah Prof. Dr. Budiono, Wakil Presiden RI, usai membuka secara resmi Pekan Petani Nasional Sabtu (18/6). Mentari yang panasnya menyengat dan keringat yang mulai membasahi seragam peserta Penas pun tak menyurutkan niat para petani pahlawan pangan tersebut untuk antri dengan tertib demi memperoleh souvenir inovasi dari Balitkabi.

 

 

Antrian petani di Gubuk Balitkabi pada PENAS XIII di Kutai Kartanegara, Minggu (20/6). Foto Cakwin.

 

Inovasi Teknologi dan Benih

Upaya keras para petani duta provinsi tersebut patut dihargai, dan selayaknya disambut dengan pelayanan yang tepat. Kenapa? Karena kesempatan ini hanya tiga tahun sekali, dan yang lebih penting adalah mereka berusaha mandiri mencari inovasi bagi pengembangan dan  kemajuan pertanian mereka kelak sepulang dari Penas. Kehausan inovasi tampak dari informasi yang mereka sampaikan di Gubuk Balitkabi. “Saya sudah tanam kedelai, tapi tidak pernah jadi (gagal, red). Di mana saya bisa dapatkan benih yang baik?” tanya pak Sarnah, petani utusan dari Kab Berau, kepada Dr Muchlish Adie, Kepala Balitkabi. Hal yang sama juga disampaikan Pak Basuki, petani dari Balikpapan. “Mana ubi jalar ungu beri kami barang sedikit agar bisa kami kembangkan di wilayah kami?” ungkapnya ke Dr Muchlish. Kehausan serupa juga disuarakan pak Sitepu, petani utusan Tapanuli yang nenanyakan varietas ubi kayu enak yang genjah. Paham betul akan kebutuhan para petani dari aneka provinsi tersebut, Pak Muchlish langsung mengambil benih yang sudah disiapkan. “Bapak, saya titip  kedelai varietas Anjasmoro, tolong ditanam dan dikembangkan sebagai benih untuk bapak dan kawan petani di daerah bapak.” Teknologinya bisa dipelajari dari buku yang ada dalam tas ini, lanjut Pak Muchlish sambil menunjuk tas  Balitkabi yang berisi buku dan brosur informasi hasil penelitian aneka kacang dan umbi dari Balitkabi.

Dr Yusuf, pak Sarnah, dan Dr Muchlish sesaat setelah penyerahan souvenir inovasi Balitkabi pada

PENAS XIII di Kutai Kartanegara, Minggu (20/6). Foto Cakwin.

Demikian juga untuk informasi ubi kayu. Ir Wisnu Unjoyo staf Balitkabi yang penuh pengalaman tentang ubi kayu, langsung mengajak Pak Sitepu dan seorang kawannya langsung ke petak ubi kayu, dan mengambilkan selonjor stek berisi 18 mata tunas dari pertanaman ubi kayu CMM 02086-6, yang terletak di belakang gubuk. CMM 02086-6 merupakan calon varietas yang enak dan umur genjah. “Tanam stek ini dengan dua mata saja, lalu uruk dengan tanah tipis saja. Stek ini bisa menghasilkan 9 tanaman bahan perbanyakan lebih lanjut”, tutur Ir Wisnu, panggilan akrabnya. Dr Yusuf sebagai pemulia ubi jalar juga tak mau mengecewakan. Diajaknya Pak Basuki dan beberapa petani ke pertanaman ubi jalar di sebelah gubuk info Balitkabi. Ditunjukannya ubi jalar Antin-1 dan calon varietas ubi jalar ungu MSU03028-10. Lalu menyerahkan seikat stek Antin-1 kepada Pak Basuki. Pak Sarnah, Pak Basuki, dan pak Sitepu hanyalah tiga dari ratusan petani yang mampir ke Gubuk Balitkabi. Mereka adalah petani andalan wakil provinsi mereka. Melayani petani peserta Penas ini berarti menyebarkan inovasi ke pelaku utama pertanian di tingkat pelaksana di daerah. Apalagi Penas dilaksanakan tiga tahun sekali. Jadi mari sebarkan inovasi agar segera sampai dan diterapkan petani negeri ini.

Peserta Penas XIII berbagai Provinsi memanen stek ubi jalar ungu untuk dikembangkan di daerahnya,
Minggu (20/6). Foto Cakwin.

* Dilaporkan oleh Achmad Winarto dari lokasi PENAS XIII di Kutai Kartanegara