Berita ยป Balitkabi Kembangkan Dega 1 Kedelai Berbiji Besar dan Berumur Genjah di Banyuwangi

Gatut Wahyu AS bersama Kepala Desa Purwoasri, Koordinator PPL, dan wakil dari Danramil

Gatut Wahyu AS bersama Kepala Desa Purwoasri, Koordinator PPL, dan wakil dari Danramil

Pada tahun 2021 Kementerian Pertanian fokus pada upaya meningkatkan produksi kedelai dalam negeri, diantaranya melalui pengembangan VUB yang mempunyai potensi tinggi di daerah sentra produksi kedelai, salah satunya di Kabupaten Banyuwangi. Mengawali kegiatan pengembangan kedelai di Kabupaten Banyuwangi, Balitkabi mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Kedelai Berbiji Besar pada hari Sabtu, 19 Juni 2021. Bimtek dipimpin oleh Dr. Gatut Wahyu Anggoro Susanto, didampingi oleh Dr. Runik Dyah Purwaningrahayu, Dr. Alfi Inayati, Kurnia Paramita Sari, S.P., M.P., Afandi Kristiono, S.P., dan koordinator IP2TP Genteng Joko Restuono, S.P.

Acara Bimtek dilakukan di aula Balai Desa Purwoasri, Kecamatan Tegaldlimo, yang akan menjadi lokasi pengembangan kedelai berbiji besar. Bimtek diikuti oleh 52 orang petani dari kelompok tani Dewi Sri, perangkat desa, para juru air/jogo tirto, koordinator PPL, dan PPL. Dalam sambutannya, Bapak Senen selaku Kepala Desa Purwoasri menyatakan gembira dengan adanya program pengembangan kedelai di wilayahnya. Disampaikan juga bahwa warga Purwoasri telah menanam kedelai sejak lama, dan saat ini kedelai telah dibudidayakan oleh masyarakat, baik secara monokultur maupun bersama tanaman lainnya yang juga menjadi unggulan di Purwoasri, seperti buah naga dan jeruk. Dari kegiatan ini diharapkan petani peserta program akan mendapatkan manfaat dari aspek pengetahuan dan juga ekonomi. Dr. Gatut Wahyu Anggoro Susanto menyampaikan bahwa keberhasilan dari program ini sangat ditentukan oleh kesungguhan petani untuk menerapkan teknik budidaya yang benar sesuai dengan anjuran, karena kebutuhan penunjang produksi seperti benih dan pupuk telah disediakan.

Disampaikan dua materi, yaitu Teknik Budidaya Kedelai Berbiji Besar yang disampaikan oleh peneliti Ekofisiologi, Afandi Kristiono, S.P., dan Identifikasi dan Pengendalian Hama dan Penyakit Kedelai yang disampaikan oleh peneliti Proteksi, Dr. Alfi Inayati. Dalam paparannya, Afandi Kristiono, S.P. menjelaskan hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam budidaya kedelai dalam hal ini varietas Dega 1, yang merupakan kedelai berbiji besar dan berumur genjah, dan mengenai kecukupan air pada awal pertumbuhan. Untuk hama dan penyakit ditekankan perlunya petani untuk memperhatikan tiga tepat dalam mengendalikan OPT bila menggunakan pestisida, yaitu tepat waktu, tepat dosis/jumlah, dan tepat bahan yang digunakan. Antusiasme petani untuk menanam Dega 1 cukup tinggi, terlihat dari diskusi yang menarik selama pelaksanaan Bimtek. Pertanyaan-pertanyaan diajukan berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan air, cara pengendalian hama penyakit, sampai kepastian harga kedelai dan mekanisme penjualan hasil panen. Pada akhir diskusi, koordinator PPL wilayah Tegaldlimo, Ibu Suryati, juga mengingatkan pentingnya tanam tepat waktu untuk mengantisipasi cuaca dan kondisi alam di wilayah Purwoasri sehingga tanaman kedelai tumbuh baik dan memberikan hasil yang maksimal.

AI/RDP

dega dega1
Peserta Bimtek Teknologi Budidaya Kedelai Biji Besar, Purwoasri, Banyuwangi
dega2 dega3
Narasumber Dr. Alfi Inayati, dan Afandi Kristiono SP., menyampaikan materi Bimtek