Berita » Balitkabi Laksanakan Bimtek Hilirisasi Kedelai Hitam di Pasuruan

Bimtek Penanganan Pra dan Pascapanen Kedelai Hitam yang dilaksanakan tanggal 15 Oktober 2021 di Desa Kebon Waris, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka pengembangan kedelai hitam pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) 2021.

Sambutan serta pembukaan Bimbingan Teknis Hilirisasi Kedelai Hitam oleh Pimpinan Balitkabi yang diwakili Ir. Joko Susilo Utomo, M.P., Ph.D.

Sambutan serta pembukaan Bimbingan Teknis Hilirisasi Kedelai Hitam oleh Pimpinan Balitkabi yang diwakili Ir. Joko Susilo Utomo, M.P., Ph.D.

Bimtek dihadiri oleh 50 orang peserta yang terdiri dari petani dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Kebon Waris. Narasumber dari Balitkabi, yaitu Prof. Dr. Ir. Didik Harnowo, M.S. dengan materi “Menyiapkan Benih untuk Keberlanjutan Usahatani dan Agroindustri Kedelai Hitam di Pandaan, Pasuruan”, Ir. Joko Susilo Utomo, M.P., Ph.D., dan Ir. Erliana Ginting, M.Sc. dengan materi “Teknologi Olahan Kedelai Hitam”.

Peserta Bimbingan Teknis menyimak materi yang disampaikan oleh narasumber

Peserta Bimbingan Teknis menyimak materi yang disampaikan oleh narasumber

Kedua topik disampaikan secara paralel pada ruang yang terpisah. Bimtek tentang penanganan panen dan perbenihan kedelai hitam diikuti oleh 25 orang petani, sedangkan kegiatan pascapanen diikuti oleh 25 orang anggota KWT dan PKK Desa Kebonwaris, serta penyuluh.

Acara dihadiri pula oleh pihak perusahaan kecap cap “Kipas Sate” dari Probolinggo, yang menyajikan display berbagai varian kecap yang diproduksi dan dijual di pasaran. Pada kegiatan ini, peserta juga mendapatkan sajian berupa susu kedelai hitam (varietas Detam 1) dan kecap Kipas Sate (diolah dari varietas Detam 1) dengan tahu goreng sebagai sarana untuk mencicipinya.

Kecap cap “Kipas Sate” dari Probolinggo yang berbahan baku kedelai hitam varietas Detam 1 hasil inovasi Badan Litbang Pertanian

Kecap cap “Kipas Sate” dari Probolinggo yang berbahan baku kedelai hitam varietas Detam 1 hasil inovasi Badan Litbang Pertanian

Bimtek dibuka oleh Ir. Joko Susilo Utomo, M.P., Ph.D., yang menyampaikan tujuan kegiatan adalah dalam upaya peningkatan nilai tambah kedelai hitam sekaligus dalam rangka peningkatan pendapatan petani. “Oleh karena itu kerjasama dengan pihak industri kecap “Kipas Sate” (CV. Mustika Digdaya) yang bersedia menampung hasil panen kedelai hitam milik petani, dinilai sangat penting dan diapresiasi tinggi, karena hal tersebut sebagai unsur penting untuk suksesnya hilirisasi hasil litbang”, tambahnya.

Narasumber dari Balitkabi Prof. Dr. Ir. Didik Harnowo, M.S. menyampaikan materi penyiapan benih untuk keberlanjutan usaha tani yang diharapkan peserta petani dapat menghasilkan benih kedelai bermutu tinggi dimulai dari pengelolaan tanaman dari pra panen hingga pasca panen

Narasumber dari Balitkabi Prof. Dr. Ir. Didik Harnowo, M.S. menyampaikan materi penyiapan benih untuk keberlanjutan usaha tani yang diharapkan peserta petani dapat menghasilkan benih kedelai bermutu tinggi dimulai dari pengelolaan tanaman dari pra panen hingga pasca panen

Prof. Dr. Ir. Didik Harnowo, M.S. menyampaikan bahwa penyiapan/pengadaan benih kedelai hitam bermutu tinggi merupakan unsur penting bagi keberlanjutan usaha tani dan agroindustri pengolahan kedelai hitam di daerah Kebon Waris, dan menghasilkan benih kedelai bermutu tinggi harus dimulai dari pengelolaan tanaman sejak prapanen, panen, dan pascapanen secara baik dan benar.

Ir. Joko Susilo Utomo, M.P., Ph.D. menyampaikan tentang keunggulan nilai nutrisi biji kedelai dibandingkan dengan komoditas kacang lainnya

Ir. Joko Susilo Utomo, M.P., Ph.D. menyampaikan tentang keunggulan nilai nutrisi biji kedelai dibandingkan dengan komoditas kacang lainnya

Pada sesi pascapanen, Ir. Erliana Ginting, M.Sc. dan Ir. Joko Susilo Utomo, M.P., Ph.D. menyampaikan tentang keunggulan nilai nutrisi biji kedelai dibandingkan dengan aneka kacang lainnya dan juga produk olahannya.

Ir. Erliana Ginting, M.Sc. menyampaikan tentang keunggulan nilai nutrisi biji kedelai dibandingkan dengan komoditas kacang lain dan juga produk olahannya

Ir. Erliana Ginting, M.Sc. menyampaikan tentang keunggulan nilai nutrisi biji kedelai dibandingkan dengan komoditas kacang lain dan juga produk olahannya

Nilai nutrisi utama dari biji kedelai adalah protein yang sangat dibutuhkan sebagai bahan pembangun seluruh organ tubuh, sekaligus mampu menjadikan tubuh menjadi lebih sehat dan imun. Di samping itu, dijelaskan pula manfaat senyawa bioaktif isoflavon bagi kesehatan dan khususnya pigmen antosianin pada kedelai hitam yang dapat berfungsi sebagai antioksidan.

Kedelai hitam umumnya memiliki kadar protein yang cukup tinggi, sehingga sesuai untuk bahan baku kecap. Kedelai hitam varietas Detam 1 dan Detam 2 yang dilepas oleh Balitbangtan memiliki kadar protein sekitar 45%, dan sekitar 36-40% pada varietas Detam 3 Prida dan Detam 4 Prida.

Peserta kelompok wanita tani (KWT), PKK, penyuluh Desa Kebonwaris yang sedang menyimak materi olahan pasca panen

Peserta kelompok wanita tani (KWT), PKK, penyuluh Desa Kebonwaris yang sedang menyimak materi olahan pasca panen

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan paparan mengenai teknik pengolahan berbagai produk olahan kedelai dan nilai gizi serta kualitas produk yang dihasilkan dari beberapa varietas unggul kedelai antara lain tempe, tahu, tahwa, susu kedelai, tepung kedelai, kecap, kecambah, kedelai goreng, nugget tahu/tempe, bakso tahu, dan brownies tempe.

Selama ini, pemanfaatan kedelai hitam terbatas untuk bahan baku kecap, sehingga pada kegiatan Bimtek ini disosialisasikan bahwa kedelai hitam juga dapat digunakan untuk bahan baku susu kedelai. Dalam rangkaian Bimtek ini juga terdapat sesi praktek pembuatan susu kedelai hitam dari varietas Detam 1 dan pembuatan nugget tahu yang dipandu oleh Lina Kusumawati, S.Si. dan Ria Gustina Fitrianinda, A.Md.

Antusias anggota KWT dalam sesi diskusi materi olahan kedelai hitam (kiri) dan Ibu-Ibu KWT sedang mengikuti praktek pembuatan susu kedelai hitam dan nugget tahu (kanan)

Antusias anggota KWT dalam sesi diskusi materi olahan kedelai hitam (kiri) dan Ibu-Ibu KWT sedang mengikuti praktek pembuatan susu kedelai hitam dan nugget tahu (kanan)

Menurut peserta, cara pembuatan susu kedelai dan nugget tahu ini cukup mudah dan dapat dibuat menggunakan peralatan yang mereka miliki di rumah. Peserta juga didorong untuk menjadikan kegiatan pengolahan ini sebagai usaha yang dapat menambah penghasilan keluarga, apalagi bahan baku sudah tersedia di Kebon Waris.

Semoga kedelai hitam semakin berkibar dan memberikan manfaat

EG/JSU/HP