Berita ยป Balitkabi Laksanakan Sosialisasi CT-Value dan Protokol Keselamatan di Lingkungan Kerja

ct

Protokol keselamatan kesehatan dan peningkatan imunitas

Sampai saat ini jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia masih tergolong tinggi. Protokol keselamatan yang selama ini dilakukan layak untuk dikaji ulang, apakah sudah sesuai dengan tatacara yang benar ataukah masih perlu disempurnakan lagi. Kebijakan PPKM yang telah dicanangkan pemerintah pun belum 100% terlaksana secara sempurna di lapangan, karena beragamnya kondisi masyarakat. Pengetahuan tentang Covid-19 perlu ditingkatkan, mengingat setiap kasus yang muncul tidaklah sama. Sehubungan dengan hal tersebut, Senin 26 Juli 2021, Balitkabi mengadakan sosialisasi pengetahuan tentang CT-Value dan Pengelolaan Kesehatan Lingkungan Kerja Era New Normal dengan narasumber dari Rumah Sakit Wava Husada.

Sosialisasi yang dilaksanakan secara daring menghadirkan narasumber perawat dan dokter dari RS Wava Husada. Pemaparan diawali dengan company profile RS Wava Husada yang disampaikan oleh Rini Minarsih, S.Kep, Ners. RS Wava Husada yang berlokasi di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, didirikan tahun 2004 dengan tujuan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dengan visi menjadi rumah sakit unggulan bertaraf internasional dalam pelayanan untuk mencapai kepuasan pelanggan. Dengan berbagai fasilitas lengkap yang dimiliki, rumah sakit ini telah menjadi rujukan masyarakat, khususnya di wilayah tersebut.

Selanjutnya dipaparkan bahwa swab PCR merupakan salah satu metode tes untuk mendeteksi penyakit dengan cara mencari jejak materi genetik virus pada sampel yang dikumpulkan. Asal sampel diambil melalui teknik usap (swab) hidung atau tenggorokan. Cycle Threshold-Value atau lebih dikenal dengan CT-value seringkali diikutkan pada hasil swab PCR seseorang. Lantas apakah maksud dari nilai tersebut? Dijelaskan dr. Ego Frendy Damara, CT-Value merupakan nilai ambang batas (threshold) kapan fragmen DNA/RNA virus terdeteksi oleh mesin Real Time RT-PCR. Semakin rendah nilai CT, maka semakin banyak jumlah materi genetik virus di spesimen dan sebaliknya. Sebagai contoh, kasus A memiliki CT-value 6 dan kasus B memiliki CT-value 10, hal ini diartikan bahwa jumlah virus dari kasus A lebih banyak dibandingkan kasus B, karena pada siklus ke-6 (kasus A) sudah ditemukan fragmen virus, sedangkan pada kasus B baru ditemukan pada siklus ke-10. Akan tetapi nilai CT tidak bisa menunjukkan jumlah virus Sars-Cov-2 dalam tubuh manusia, karena banyak faktor yang mempengaruhi, seperti kondisi pasien saat itu, teknik sampling dari petugas, serta nilai eror dari suatu alat. Sampai saat ini WHO tidak merekomendasikan pencantuman nilai CT, karena belum ada standarisasi PCR Covid-19 untuk pengukuran semikuantitatif/kuantitatif. Setiap alat dan reagen memiliki karakteristik dan cut off yang berbeda (<30, <35, <40), sehingga sangat mungkin nilai CT dari PCR laboratorium/alat/kit akan berbeda, sehingga tidak bisa dibandingkan. Bisa disimpulkan bahwa nilai CT tidak bisa digunakan sebagai parameter kesembuhan dan daya infeksi/penularan.

Diperjelas oleh dr. Ego, akan pentingnya protokol keselamatan kesehatan kerja di beberapa lokasi, seperti di tempat umum, lingkungan kantor, dan kendaraan umum atau pribadi. Gerakan 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi) harus terus dilakukan secara disiplin. Saat berada di dalam ruangan, utamakan menggunakan pertukaran udara alami dengan jumlah orang maksimal 50% dan selalu sterilisasi ruangan sebelum dan sesudah digunakan. Apabila diharuskan bepergian dengan kendaraan umum, usahakan membawa hand sanitizer dan tidak membuka masker. Penggunaan masker ganda juga dianjurkan untuk mencegah masuknya virus secara sempurna. Selain itu, konsumsi multivitamin seperti vitamin C, D, dan E juga diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, didukung dengan konsumsi makanan bergizi, rutin olah raga, dan manajemen stress yang positif. Setelah semua itu dilaksanakan, harus disempurnakan dengan doa, karena sebaik-baik perlindungan adalah dari Tuhan YME. Semoga kita senantiasa diberi kesehatan dan terhindar dari virus Covid-19.

ct1 ct2
Pemrasaran dari RS. Wava Husada dan Dr. Alfi Inayati sebagai moderator (kiri) serta peserta sosialisasi (kanan)

AA