Berita » Peneliti Balitkabi Latihkan Budidaya Kedelai untuk Aparatur Empat Provinsi

Kedelai termasuk komoditas pangan yang perlu dipercepat upaya peningkatan produksinya, karena hingga saat ini produksi nasional baru mampu memenuhi 35-40% dari kebutuhan dalam negeri. Dalam beberapa tahun terakhir, produksi kedelai masih pada angka 700-900 ribu ton per tahun, masih jauh dari target yang ditetapkan. Sementara kebutuhan telah mencapai 2,2 juta ton, untuk menutupi kekurangan produksi, pemerintah harus mengimpor kedelai dan kondisi ini terjadi hampir sepanjang tahun. Program Kementerian Pertanian dalam upaya peningkatan produksi kedelai melalui peningkatan produktivitas dan perluasan areal baru, terus digalakkan. Potensi peningkatan produktivitas dan perluasan areal di pulai Sumatera cukup besar, oleh karena itu BPP Lampung, mengadakan Diklat Teknis Budidaya Kedelai bagi Aparatur, yang pesertanya sebanyak 30 orang penyuluh pertanian dari Provinsi Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Bangka Belitung. Pelaksanaan Diklat di BPP Lampung selama 7 hari efektif mulai dari tanggal 4-11 Mei 2014. Pasca-diklat kedelai ini diharapkan para penyuluh dapat sebagai motivator untuk gerakan menanam kedelai di wilayahnya. Mengingat potensi lahan untuk perluasan areal tanam baru komoditas kedelai cukup besar di daerah Lampung, Sumatera selatan, Bengkulu, dan Bangka Belitung. Peneliti Balai Penelitian Aneka Kacang dan Umbi Prof. Dr. Marwoto memberikan materi peningkatkan produksi kedelai melalui pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). PTT kedelai adalah suatu pendekatan inovatif dan dinamis dalam upaya peningkatan produksi dan pendapatan petani melalui perakitan komponen teknologi yang bersinergi antara yang satu dengan lainnya, diterapkan secara partisipatif oleh petani, sehingga menjadi paket teknologi spesifik lokasi. Konsep pendekatan PTT adalah mengedepankan pemanfaatan potensi sumberdaya serta memprioritaskan pemecahan kendala dan masalah setempat. Dalam pelaksanaan operasional PTT kedelai di tekankan kepada: 1) Optimalisasi Pemanfaatan Sumberdaya, 2) Pemecahan Masalah Prioritas, 3) Efisiensi Penggunaan Input, 4) Partisipasi Petani dan 5) Kerjasama antar-Instansi/Kelembagaan. Dengan melaksanakan peningkatan produksi kedelai melalui pendekatan pengelolaan tanaman terpadu dapat meningkatkan hasil kedelai dan meningkatkan penghasilan petani.Pada kesempatan Diklat teknik budidaya kedelai Balitkabi melalui Prof. Dr. Marwoto menyerahkan buku 1) Panduan PTT Kedelai, 2) Identifikasi hama, penyakit dan kahat hara pada tanaman kedelai dan 3) Teknik budidaya aneka kacang dan umbi kepada Widyaiswara BPP Lampung dan Penyuluh Pertanian sebagai referensi untuk pelaksanaan penyuluhan di lapangan.

Penyerahan buku PTT kedelai, Identifikasi Hama Penyakit dan kahat hara kedelai dan Budidaya Aneka Kacang dan umbi kepada Widyaiswara dan
Penyuluh Pertanian 4 Provinsi

Peserta Diklat Teknik Budidaya Kedelai dari Provinsi Lmpung, Sumatera Utara, Bengkulu dan Bangka Belitung bersama nara sumber Prof. Dr. Marwoto peneliti Balitkabi

Prof. Marwoto/AW