Berita » Balitkabi Menarik Perhatian STIMIK PPKIA Malang

dsc_8001

Tanggal 16 Juli 2019 Balitkabi menerima kunjungan tamu dari STIMIK PPKIA Pradnya Paramita Malang (STIMATA) yang terdiri dari 12 orang dipimpin oleh Dr. Tubagus M. Akhriza, S.Si., M.Si. Tujuan kunjungan adalah untuk mendapatkan informasi terkait kegiatan penelitian di Balitkabi dan penandatanganan MoU antara Kampus STIMATA dan Balitkabi. Kunjungan diterima oleh Kasi Jaslit Balitkabi BS Koentjoro, M.Komp, mewakili Kepala Balitkabi, didampingi oleh para peneliti senior dan junior Balitkabi dari berbagai bidang disiplin ilmu dan komoditas.

Dalam sambutannya, perwakilan dari STIMIK menyatakan bahwa saat ini STIMIK PPKIA Malang mulai bergerak dengan focus Internet of Think dalam menghadapi Era Industri 4.0. “Sekiranya hal apa saja yang ada di Balitkabi yang dapat disinergikan dengan kami dalam menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 ini,” kata Tubagus. “Karena terus terang kami belum mengetahui apa yang bisa dipadukan antara bidang informatika dengan bidang pertanian,” lanjutnya. Koentjoro menyatakan bahwa baru kali ini ada kunjungan ke Balitkabi dari Perguruan Tinggi dengan bidang informatika. “Ini suatu kehormatan bagi Balitkabi,” kata Koentjoro. Diharapkan dalam forum diskusi dapat digali banyak informasi yang dapat dipadukan antara kedua belah pihak.

  • image
  • image
  • image

Dari Balitkabi, ternyata banyak sekali masukan yang disampaikan dengan harapan bisa dilakukan kerjasama penelitian untuk mendukung kegiatan penelitian yang ada. Peneliti senior Ir. Abdullah Taufiq, M.S. menyampaikan bahwa kegiatan plasma nutfah di Balitkabi yang bekerja dengan ribuan koleksi memerlukan suatu cara yang efektif untuk menentukan identitas koleksi secara cepat. “Apakah bisa dibuat suatu sensor semacam barcode scaning yang dapat diaplikasikan pada koleksi plasma nutfah tersebut,” tanya Taufiq. Disampaikan pula oleh Taufiq bahwa indentifikasi status keharaan menggunakan kamera HP sangat tidak mewakili karena kemampuan kamera HP yang berbeda-beda. “Apakah dapat dibuatkan alat sensor khusus untuk hal tersebut,” tanya Taufiq lebih lanjut. Dr. Yusmani sebagai ahli hama Balitkabi mengusulkan apakah mungkin dibuat alat sensor untuk penyakit yang disebabkan oleh virus, cendawan maupun bakteri. Dan apakah bisa dibuat sensor untuk mengetahui ramalan serangan hama-penyakit tanaman. Ditambahkan oleh Dr. Andy Wijanarko selaku Koordinator Program Balitkabi bahwa UPBS Balitkabi yang bergerak pada produksi benih, setiap hari membutuhkan banyak tenaga untuk sortir benih secara manual. Barangkali juga bisa dibuatkan alat sensor untuk sortir benih berdasarkan ukuran biji sehingga akan menghemat waktu dan tenaga. Masukan terakhir adalah dari Prof. Didik Harnowo, yang menyatakan bahwa saat ini musim sudah sulit untuk diprediksi. “Apakah data-data perubahan iklim terkait El Nino maupun La Nina bisa diikuti oleh suatu alat tertentu. Hal tersebut akan sangat bermanfaat bagi dunia pertanian,” kata Didik.

Saya tidak menyangka bahwa ternyata banyak sekali hal menarik di Balitkabi yang bisa kita kolaborasikan dalam bentuk kerjasama penelitian,” kata Tubagus. Di Perguruan Tinggi ada beberapa peluang pendanaan yang bisa dimanfaatkan untuk kerjasama ini. Untuk itu harus ada komunikasi yang lebih intensif untuk menyamakan persepsi. “Balitkabi akan segera melakukan kunjungan balik ke STIMIK PPKIA,” kata Koentjoro.

dsc_7992

Di akhir pertemuan, dilakukan penandatanganan MoU antara Balitkabi dengan STIMIK PPKIA mengenai: 1) Sharing knowledge dalam hal seminar, kuliah umum, workshop, training, di lingkungan kedua belah pihak, 2) Pengembangan riset, dan 3) Pengembangan teknologi informasi yang bermanfaat dan menguntungkan kedua pihak. Sebelum berpamitan, rombongan STIMIK PPKIA berkeliling melihat Laboratorium Sentral dan UPBS.

  • image
  • image
  • image

KN