Berita ยป Balitkabi Mendalami Strategi Induk Pembangunan Pertanian Tahun 2013-2045

sipp1

Peneliti dan teknisi Balitkabi pada hari senin, 2 September 2013 mendalami Strategi Induk Pembangunan Pertanian Indonesia tahun 2013-2045. Program ini dicanangkan oleh Kementerian Pertanian yang disampaikan pada Rapat Kabinet Terbatas di Jakarta pada bulan April 2013. Pemaparan materi di Balitkabi disampaikan oleh Prof. Sudaryono.
Dalam Pemaparannya, Prof. Sudaryono menyatakan bahwa perkembangan pertanian Indonesia pada masa mendatang akan menghadapi beberapa persoalan diantaranya ketersediaan energi fosil yang semakin berkurang, kebutuhan pangan, pakan, serat, dan energy semakin meningkat, terjadinya perubahan iklim global, kelangkaan lahan dan air, permintaan terhadap jasa lingkungan hidup semakin meningkat, dan petani marginal semakin meningkat. Untuk menghadapi berbagai masalah tersebut, Pemerintah Indonesia melalui kementrian pertanian menyusun Strategi Induk Pembangunan Pertanian Tahun 2013-2045 dengan tema Membangun Pertanian Bioindustri Berkelanjutan. Beberapa langkah yang akan diambil pemerintah Indonesia antara lain transformasi ekonomi ke bioenergi, penataan ruang dan reforma agrarian, sistem pertanian tropika terpadu, kegiatan ekonomi produksi, informasi dan teknologi, pasca panen, agro-energi dan bioindustri berbasis pedesaan, Sistem pemasaran dan rantai nilai produk, sistem pembiayaan pertanian, sistem penelitian, inovasi dan sumberdaya manusia berkualitas, infrastruktur pertanian dan perdesaan, program legislasi, regulasi dan manajemen yang imperatif.
Semua program Pemerintah akan diupayakan terwujud dalam jangka waktu 32 tahun yaitu dari tahun 2013-2045. Pada tahap-1 (2013-2014 ) akan dilaksanakan pembangunan fondasi pertanian-bioindustri berkelanjutan sebagai sistem pertanian terpadu yang berdaya saing, meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Tahap-2 (2015-2019) mengokohkan fondasi sistem pertanian-bioindustri berkelanjutan menuju tercapainya keunggulan daya saing pertanian terpadu berbasis sumber daya alam berkelanjutan, sumber daya insansi berkualitas dan berkemampuan iptek bioindustri, meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Tahap-3 (2020-2024) terwujudnya sistem pertanian-bioindustri dan ketahanan pangan yang tangguh dan berdaya saing. Tahap-4 (2025-2029) mewujudkan kemandirian pertanian dan pangan secara efisien sebagai penggerak (penyangga) perekonomian nasional yang lebih berkualitas dan berkelanjutan. Tahap-5 (2029-2034) mewujudkan ketahanan pangan secara efisien sebagai basis perekonomian nasional yang multifungsi, berkualitas dan berkelanjutan. Tahap-6 (2035-2039) mewujudkan kehidupan yang lebih berkeadilan dan berkualitas. Tahap-7 (2040-2044) tercapainya Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur. Semua program dapat terwujud jika politik pembangunan dan kebijakan publik menjiwai pertanian-bioindustri, Pengambilan keputusan didasarkan pada inovasi, sains dan rekayasa hayati, Sistem konektivitas, logistik dan rantai nilai yang efisien, sumber daya insani (SDI) berkualitas dan amanah.

Sutris/Eriy