Berita » Balitkabi Percepat Diseminasi Inovasi Ubi Jalar Melalui Bimtek Padat Karya

Bimtek padat karya tentang ubi jalar di Lumajang

Bimtek padat karya tentang ubi jalar di Lumajang

Gerakan padat karya merupakan salah satu program Menteri Pertanian, Dr. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.H., dalam menghadapi pandemi Covid-19 serta sebagai implementasi arahan Presiden RI terkait ketersediaan pangan nasional. Balitkabi sebagai lembaga penelitian yang memegang mandat nasional pada komoditas aneka kacang dan umbi merealisasikannya dalam serangkaian kegiatan “Bimbingan Teknis Percepatan Diseminasi Inovasi Aneka Kacang dan Umbi”. Salah satunya dilaksanakan di Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, pada 10 Maret 2021. Pada kegiatan tersebut didiseminasikan inovasi teknologi budidaya ubi jalar yang telah dihasilkan Balitkabi. Kecamatan Pasrujambe terletak di lereng gunung Semeru, merupakan salah satu sentra produksi ubi jalar di Jawa Timur, dengan luasan areal pertanaman ubi jalar mencapai 600-700 ha. Petani ubi jalar di daerah Pasrujambe merasakan imbas adanya pandemi, berupa sulitnya memasarkan umbi dari ubi jalar.

Bimbingan teknis (bimtek) yang diikuti sekitar 100 petani ubi jalar di wilayah Pasrujambe, dihadiri oleh Camat Pasrujambe, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Lumajang (Syaifudin Zuhri, A.Md.), dan B.S. Koentjoro, M.Kom. mewakili Kepala Balitkabi, disertai oleh peneliti ubi jalar. Zuhri berpesan kepada peserta bimtek agar melakukan “ATM” yaitu: amati, tiru dan modifikasi. Materi bimtek disampaikan oleh pemulia ubi jalar Balitkabi, Dr. Febria Cahya Indriani, MP.

Antusias petani cukup tinggi pada materi yang disampaikan. Pada sesi diskusi, petani menyampaikan permasalahan-permasalahan yang sering timbul, antara lain: pandemi membawa dampak pada berkurangnya pasar ubi jalar terutama saat panen raya, mengakibatkan jatuhnya harga, hingga petani tidak memanen ubinya karena kesulitan untuk menjual. Menjawab permasalahan tersebut, Balitkabi memberikan beberapa alternatif solusi. Permasalahan pemasaran perlu dukungan semua pihak, terutama pemerintah daerah; pangsa pasar ekspor sebenarnya sangat terbuka asal produknya memenuhi kriteria; perlu dibuat penjadwalan tanam, sehingga umbi dapat tersedia secara kontinyu; menguatkan komunikasi dengan pengusaha; mulai merintis hilirisasi ubi jalar; membuat sentra oleh-oleh ubi jalar; dan memasarkan secara online. Syaifudin Zuhri, A.Md sangat mendukung pernyataan Balitkabi, terutama untuk pemasaran online, berdayakan anak muda dengan memanfaatkan medsos sebagai media promosi. Selain itu, di Lumajang banyak sekali tempat wisata, sehingga prospek untuk mengembangkan atau mengenalkan “Ubi Madu Pasrujambe” sebagai salah satu oleh-oleh khas Lumajang sangat terbuka lebar.

WR/FCI

lumajang2
Peserta Bimtek Percepatan Diseminasi Inovasi Akabi di Pasrujambe, Lumajang