Berita » Balitkabi Promosikan Potensi Aneka Kacang Lokal untuk Tempe

Peneliti Balitkabi (Prof. (R) Dr. Ir. Didik Harnowo, M.S.) sedang menyampaikan materi:                             ‘Potensi Aneka Kacang Lokal sebagai Bahan Baku Tempe’

Peneliti Balitkabi (Prof. (R) Dr. Ir. Didik Harnowo, M.S.) sedang menyampaikan materi: ‘Potensi Aneka Kacang Lokal sebagai Bahan Baku Tempe’

Indonesia kaya akan sumberdaya genetik tanaman pangan, termasuk aneka kacang lokal antara lain: koro benguk, kacang gude, kacang tunggak, kacang komak, kacang gude, kecipir, kacang kerandang, dan kacang koro pedang. Namun demikian, pemanfaatannya sebagai bahan pangan hingga kini belum optimal, padahal aneka kacang lokal tersebut sangat potensial sebagai bahan pangan, utamanya sumber protein nabati. Selain itu, aneka kacang lokal juga merupakan bahan pangan fungsional, karena umumnya memiliki kandungan lemak rendah, serat tinggi, senyawa antioksidan cukup tinggi, indek glikemik rendah, serta kandungan mineral dan vitamin yang cukup lengkap. Lebih dari itu, berdasarkan hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai kacang lokal memiliki potensi cukup besar sebagai bahan baku tempe, sebagai pengganti kedelai. Dengan demikian, dalam kondisi keberadaan kedelai akhir-akhir ini yang ‘cukup memprihatinkan’, maka segala upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan aneka kacang lokal sebagai bahan baku tempe adalah sangat bijak dan tepat.

Beberapa hal tersebut di atas disampaikan oleh peneliti Balitkabi (Prof. (R) Dr. Ir. Didik Harnowo, M.S.) mewakili Balitkabi dalam acara webinar tingkat nasional yang dilaksanakan oleh BPTP Jawa Timur pada 24 Juni 2021 di Karangploso, Malang, dalam rangkaian kegiatan memperingati Hari Keanekaragaman Hayati, Hari Tempe Nasional, dan Hari Krida Pertanian tahun ini.

Kebanyakan masyarakat Indonesia sulit dipisahkan dengan pangan olahan ‘tempe kedelai’, kata Harnowo. Ditambahkan bahwa aneka kacang sebagaimana disebutkan di atas termasuk kedalam kelompok ‘pulses’. Menurut FAO, ‘pulses’ adalah bahan pangan untuk masa depan (‘pulses are food for the future’) dan tahun 2016 dinyatakan sebagai ‘The International Year of Pulses’. Balitbangtan (termasuk di Balitkabi) memiliki koleksi sumberdaya genetik aneka tanaman kacang lokal yang ada di Indonesia yang terkonservasi secara baik untuk menghindari kepunahan. Pada saatnya, menurut Harnowo, berbagai jenis aneka kacang lokal tersebut akan dibutuhkan masyarakat untuk dikembangkan, sebagai bahan pangan bermutu tinggi yang sangat berguna untuk meningkatkan derajat kesehatan tubuh.

Terkait dengan pengembangan aneka kacang lokal untuk bahan baku tempe, menurut Harnowo, permasalahan mendasar yang perlu diselesaikan lebih kepada ‘logistik’ (penyediaan biji aneka kacang lokal sebagai bahan baku tempe) secara mencukupi, berkesinambungan, dan harga yang kompetitif dengan harga kedelai. Pengembangan aneka kacang lokal tersebut bersifat ‘spesifik lokasi’. Ditambahkan bahwa untuk merealisasikan termanfaatkannya aneka kacang lokal sebagai bahan baku tempe, diusulkan beberapa langkah operasional, antara lain: (1) Setiap daerah (Kabupaten/Kota dan Provinsi) perlu mengidentifikasi jenis aneka kacang lokal apa yang dominan, (2) Melakukan perencanaan secara komprehensif produksi jenis aneka kacang lokal yang dominan tersebut, mencakup berapa banyak yang akan diproduksi, di mana dan kapan diproduksi, penyiapan benih dan sarana produksi lainnya, penyiapan dan pemantapan Kelompok Tani produsen aneka kacang lokal, serta menyiapkan model/bentuk tata niaga kacang lokal, (4) Melakukan berbagai upaya untuk memastikan berjalan dan berkembangnya industri rumah tangga atau UMKM industri tempe berbahan baku aneka kacang lokal di setiap wilayah sentra produksi, (5) Melakukan diseminasi dan promosi secara masif untuk dapat diterima dan dimanfaatkannya secara optimal ‘tempe non kedelai’ oleh seluruh lapisan konsumen tempe di Indonesia, dan (6) Semua pihak (stakeholder) yang terkait dengan ‘tempe non kedelai’, baik yang di on farm maupun di off farm perlu bekerjasama dan bahu membahu secara optimal untuk terwujud dan berkembangnya pemanfaatan tempe non kedelai di Indonesia.

DH