Berita » Balitkabi Rencana Gelar Teknologi untuk Pengembangan Kedelai Lahan Pasang Surut

gelar-teknologi3

Gelar teknologi, sebagai salah satu sarana diseminasi untuk pengembangan inovasi terus digalakkan. Berkaitan dengan hal tersebut, Balitkabi berencana mengadakan gelar teknologi di lahan masam. Untuk itu, Balitkabi menugaskan Ir. Abdullah Taufiq, M.P., peneliti ekofisiologi dan Ir. Gatut Wahyu Anggoro Susanto, M.S., peneliti Plasma Nutfah dan Pemuliaan Tanaman (PNP) untuk mencari lokasi pelaksanaan gelar teknologi. Sabtu, 11 Februari 2012, keduanya mengadakan observasi lahan di Provinsi Riau. Setelah berdiskusi dengan peneliti dari BPTP maka lokasi gelar teknologi direncanakan dilaksanakan di Desa Bagan Jaya, Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir. Seperti dilaporkan Pak Taufiq bahwa lahan yang akan digunakan merupakan lahan milik petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Sumber Makmur. Petani di lokasi ini biasanya menerapkan pola tanam padi—palawija. Padi ditanam pada bulan Oktober dan palawija (biasanya kedelai) ditanam pada akhir bulan April atau minggu ke-1 bulan Mei.


Ir Taufiq Abdullah, M.S. (kaus putih), berdiskusi dengan peneliti BPTP Jambi dan Petani di lahan
pasang surut
saat pertanaman padi belum dipanen; tampak pertanaman kedelai di sela padi.

Lebih lanjut Pak Taufiq menjelaskan bahwa lahan di lokasi tersebut merupakan lahan pasang surut, namun sejak 10 tahun terakhir ini yaitu sejak adanya kanal, hanya sebagian kecil lahan yang tergenang saat ada pasang besar sehingga masuk kelompok tipe luapan C/D. “Kemungkinan akan menjadi Tipe Luapan D”, tambah Pak Taufiq. Pada gelar teknologi ini Balitkabi merencanakan penanaman kedelai seluas 3-5 ha. Melihat antusias dan respons positif para petani maka luasan penanaman ditambah menjadi 8,5-10 ha (8,5 ha dalam satu hamparan dan 1,5 ha berada di hamparan lain). “Namun yang kami janjikan seluas 8,5 ha, yang 1,5 ha kami rencanakan memberi benih dan bantuan teknis”, lanjut Pak Taufiq, yang berpengalaman menangani pengembangan untuk kedelai di lahan masam Jambi dan kemudian melaporkannya menjadi sebuah buku berjudul “Peningkatan Produksi Kedelai di Lahan Pasang Surut di Jambi”.


Ir Taufiq Abdullah, M.S. (No 3 dari kiri), dan Ir Gatut WAS, M.S., berdiskusi di rumah petani
lahan pasang surut untuk merencanakan Gelar Teknologi.

Penanaman kedelai diperkirakan akan jatuh pada minggu ke-4 bulan April atau minggu ke-1 bulan Mei 2012 karena saat ini kondisi padi beragam dari belum bermalai, malai masih hijau hingga mulai menguning. Selain gelar teknologi, Balitkabi merencanakan visitor plot varietas-varietas dan galur harapan kedelai di area yang sama.